Kateterisasi Jantung dan Pemasangan Ring Untuk Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

LH01-22Apa Yang dimaksud dengan Kateter Jantung
Walaupun pemerikaan kateterisasi merupakan pemerikaan canggih dan mahal, saat ini pemeriksaan ini sudah begitu luas dikenal masyarakat. Dalam prektek sehari-hari tidak jarang pasien dengan nyeri dada bertanya kepada dokter.

“Dok apakah saya perlu dikateter jantung?” Dasar pemeriksaan kateterisasi jantung sangat sederhana. Tidak menyakitkan dan tidak memerlukan pisau atau bukan operasi dengan risiko rendah. Jadi tdak perlu risau untuk menjalani pemrikaan ini.

Kateter adalah semacam selang atau pipa kecil, berukuran diameter sekitar 2 mm, dimasukkan sampai ke pangkal pembuluh koroner melaului tangan atau pangkal paha. Melalui kateter ini kemudian disuntikkan zat kontras, dengan bantuan sinar X, dokter dapat melihat dan menilai ada tidaknya kelainan pembuluh koroner seperti penyempitan dan penyumbatan, dan hasilnya dapat direkam dalam bentuk Compact Disc (CD) yang dapat dilihat dengan laptop atau komputer biasa di rumah.

Apa Tujuan Kateter Jantung
Tujuan utama pemeriksaan ini adalah untuk diagnosis pasti penyakit jantung koroner. Bila ada temuan pada pemeriksaan lain, seperti hasil positif pada pemeriksaan EKG, tes Treadmill, atau CT scan jantung, harus dikonfirmasi dengan kateterisasi jantung untuk memastikan ada tidaknya penyempitan koroner, berat ringannya penyempitan, dan lokasi penyempitan.

Laboratorium Kateterisasi Jantung
Laboratorium Kateterisasi Jantung

Bila didapatkan adanya penyempitan yang memungkinkan dilakukan pemasangan stent atau tindakan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) dapat langsung dilakukanatau bila adanya penyempitan atau penyumbatan yang tidak memungkinkan lagi dilakukan PCI, maka pasien akan dirujuk ke dokter bedah jantung untuk tindakan bedah bypass koroner atau CABG (Coronary Artery Bypass Grafting). Jadi tindakan angiografi koroner atau kateter mutlak harus dilakukan apalagi untk tindakan PCI ataupun CABG.

Pemeriksaan Untuk Persiapan Kateterisasi
Lazimnya semua pelaksanaa tindakan medis baik diagnostik maupun pengobatan tentunya harus dilakukan persiapan sebelumnya untuk kenyamanan selama tindakan. Beberapa persiapan yang lazim dilakukan sebelum dilakukan tindakan kateterisasi jantung ini adalah :

  1. Pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan darah).
  2. Pemeriksaan perekaman EKG.
  3. Foto dada (Rontgen dada).
  4. Uji latih beban (Treadmill) bila ada
  5. Puasa makan (Tahan Makan)4 – 6 jam sebelum tindakan, namun minum obat seperti biasa.
  6. Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan kateterisasi jantung tentang manfaat dan risiko, walaupun tindakan ini risikonya rendah dan aman.
  7. Diminta untuk menandatangi persetujuan tindakan (inform consent)
  8. Dicukur pada daerah mana kateter akan dimasukkan, terutama untuk tindakan melalui lipat paha.
  9. Dipasang infus di lengan / tungkai kiri.

Bila prosedur dilakukan melalui pembuluh radialis atau tangan, pasien tidak perlu rawat inap. Bila tindakan dilakukan pada pagi, siang atau sore sudah bisa pulang. Bila semua berjalan lancar tindakan kateterisasi memakan waktu sekitar 30 menit. Namun kadang sedikit lebih lama bila terdapat penyulit, misal adanya kelainan bentuk atau arah pangkal pembuluh koroner atau adanya kelianan pada arteri di tangan atau bahu yang berkelokkelok.

Pada kondisi tertentu kateterisasi jantung bisa juga dilakukan tanpa persiapan (emergensi), seperti dalam kondisi serangan jantung akut. Pada kondisi ini kateterisasi jantung biasanya langsung dilanjutkan dengan tindakan aspirasi atau penyedotan gumpalan darah dan pemasangan stent. Tindakan ini dikenal sebagai Primary PCI (Percutaneous Coronary Intervention).

Prosedur Kateterisasi, Ballon & Stent Koroner
Sebelum menjelaskan mengenai proseuder, sedikit disinggung mengenaik penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah penyakit arteri koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang memberikan darah kepada jantung sehingga dia dapat memompa darah untuk kebutuhan tubuh.

Apabila terjadi penumpukan lemak dalam arteri, ini akan menyebabkan penyempitan dan darah yang mengali melalui arteri tersebut akan berkurang. Hal ini akan menyebabkan sakit dada (angina) atau serangan jantung. Proses yang menyebabkan arteri menyempit ini disebut “arterosklerosis”.

Angina sering terjadi apabila jantung terpaksa bekerja lebih kuat daripada biasa, misalnya ketiaka melakukan senam atau bila terdapat gangguan emosi. Bagian jantung yang arterinya menyempit tidak mendapat oksigen yang cukup dan ini akan menyebabkan nyeri dada.

Serangan jantung terjadi apabila daerah yang sempit tadi tersumbat total secara tiba-tiba disebabkan oleh darah beku pada ujung yang sempit.

Otot jantung yang mendapatkan darah dari arteri yang tersumbat tersebut tidak mendapatkan oksigen, bagian jantung tersebut akan terjadi kerusakan, kerusakan ini akan permanen sehingga kematian sel-sel otot jantung apabila tidak segera diperbaiki atau membuka sumbatan dengan obat penghancur sumbatan (trombus), dan balloon atau memasang ring (stent) dengan tindakan kateterisasi jantung.

Bila kerusakan atau kematian sel jantung sudah terjadi, akibatnya orang bersangkutan akan mengalimi nyeri dada yang makin lama makin berat, sesak nafas dan pada akhirnya aktifitas ringanpun seperti kekamar mandi, gerakan sembahyang-pun sudah susah dilakukan.

Tindakan Kateterisasi Jantung
Angiografi adalah pemeriksaan ronsen (X ray) pembuluh darah jantung (arteri koroner) untuk melihat apakah ada sumbatan atau peyempitan, ini adalah pemeriksaan yang penting dilakukan apabila dokter menduga pasien ada menderita kelainan jantung.

Anda akan masuk ruang khusus, menyerupai ruang operasi. Anda akan berbaring di atas tempat tidur khusus. Perawat akan mensterilkan daerah pergelangan lengan dan lipat paha kanan Anda dengan cairan antiseptik, lalu menutup tubuh Anda dengan kain penutup yang steril Dokter akan menyuntikkan obat bius di pergelangan tangan atau lipat paha dengan mengunakan pembiusan lokal (stempat). Kemudian dokter akan memasang sheat atau pipa kecil menyerupai jarum invus.

(ilustrasi)
(ilustrasi)

Melalui sheat ini dimasukkan pipa kateter melalui pembuluh darah tangan atau lipat paha, itulah kenapa tindakan ini disebut “kateterisasi jantung” Tindakan ini tidak menyakitkan, karena tidak memerlukan pembedahan, hanya memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah dengan bantuan alat ronsen. Pasien bisa melihat tindakan dilakukan di monitor yang tersedia di dalam ruangan kateterisasi.

Pasien juga bisa berkomunikasi dengan dokter dan perawat, bila ada keluhan atau apa-apa yang dirasakan dapat langsung dikemukkan ke pada dokter atau perawat yang mendampingi. Ganbar di bawah memperlihatkan tempat akses untuk memasukkan kateter, melalui pangkal paha atau melalui lengan kanan.

Katerer ini digerakkan didalam arteri sampai dengan ke pangkal Aorta (pembuluh darah utama yang keluar dari jantung) sampai ke muara arteri koroner, kemudian disemprotkan zat kontras (pewarna khusus yang aman untuk tubuh) kedalam arteri koroner dan diambil beberapa gambar ronsen. Gambaran ronsen ini memberikan informasi yang sangat terperinci mengenai jantung dan arteri koroner, baik besarnya penyempitan, lokasi penyempitan dan jumlah pembuluh darah koroner yang terkena.

Bila tindakan kateterisasi dikerjakan di tangan maka pasien dapat bangun setelah di tindakan dilakukan, dan bila dikerjakan pagi hari sore hari sudah bisa pulang, namun bila tindakan dilakukan melalui lipah paha pasien harus tidur selama 6-7 jam.

Tindakan Balonsasi dan Pemasangan Ring atau Cincin
Bila pada pemeriksaan angiografi atau kateterisasi didapatkan sumbatan pada arteri koroner. Setelah kateterisasi jantung dapat langsung dilanjutkan untuk tindakan balloon dan pemasangan stent. Melalui pipa penuntun (Guiding Catheter) dokter akan memasukkan kawat halus yang lentur (guide wire) melewati daerah sumbatan sampai ke bagian bawah arteri yang sumbat.

Kawat tersebut berfungsi sebagai rel untuk memasukkan balon dan stent, juga beberapa alat lain yang diperlukan.

Untuk membuka sumbatan, akan dimasukkan ballon melalui guide wire tersebut sampai pada daerah arteri koroner yang tersumbat.

Kemudian dikembangkan atau ditiup sampai sumbatan tersebut terbuka. Setelah balon dikeluarkan kita memasukkan sten atau ring ke tempat sumbatan yang telah dibuka tadi, gambar ronsen diambil untuk memastikan posisi stent sudah pas ditempat sumbatan.

Setelah yakin posis Stenttepat pada lokasi sumbatan balon yang ada didalam stent dikembang dengan tekanan tertentu, sehingga stent atau ring ikut mengembang untuk membuka dan menyangga sumbatan. Setelah diyakini stent terbuka sempurna kemudidn balon ditarik keluar, gambar ronsen diambil untk memastikan sumbatan telah sempurna, dan dapat dilihat darah mengalir kembali sampai ke daerah ujung pembuluh darah.

Setelah tindakan selesai, pasien di monitor hemodinamik seperti tekanan darah, nadi, apakah ada keluhan atau kelaian yang mungkin terjadi selama tindakan di ruangan recovery.

Teknik pemasangan stent pada daerah pembuluh darah yang menyempit, pertama dimasukkan kawat kecil melewati area sumbatan, pada area sumbatan di tempatkan ring (stent), ballon dalam stent dikembangkan, kemudian balon dikempeskan dan dikeluarkan, tinggal stent menyangga tempat sumbatan dan pembuluh darah mulus kembali.

Komplikasi Tindakan Kateterisasi Jantung
Meskipun dikatakan bahwa kateterisasi jantung ini resikonya kecil, namun bukan berarti pasien yang melakukannya tidak memiliki resiko apapun (not zero risk). Komplikasi mayor memang bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Adapun resiko dari proses kateterisasi jantung yang sering terjadi antara lain:

  1. Mengalami perdarahan ringan pada tempat suntikan
  2. Mengalami memar-memar/ kebiruan
  3. Alergi terhadap zak kontras

Sementara risiko yang jarang terjadi, sekitar 1-4% antara lain, seperti:

  1. Irama jantug yang tidak teratur yang bersifat sementara
  2. Sobekan pada dinding arteri
  3. Memungkinkan terjadi kelainan pada ginjal, biasanya ini terjadi pada pasien dengan risiko terjadinya hal tersebut
  4. Terjadinya infeksi.
  5. Kemungkinan dapat mengalami bekuan darah.

Walaupun hal ini jarang terjadi, persiapan untuk mengatas hal hal tersebut di atas sudah dilakukan dengan penanganang yang cukup baik. Karena salah satu syarat utama pada instalasi kateter jantung, tentu setelah semua tindakan dan persiapan yang baik dilaksanakan, kita berserah kepada yang punya segala urusan dengan mohon kemudahan kepada Allah azzawajalla.

Insya Allah.(*)

Satu tanggapan untuk “Kateterisasi Jantung dan Pemasangan Ring Untuk Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

  • 26/04/2017 pada 09:36
    Permalink

    Sangat informatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *