{"id":176,"date":"2016-07-04T09:13:17","date_gmt":"2016-07-04T02:13:17","guid":{"rendered":"http:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/?p=176"},"modified":"2016-08-29T12:01:48","modified_gmt":"2016-08-29T05:01:48","slug":"gubernur-sistem-rujukan-berjenjang-permudah-akses-layanan-medis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/2016\/07\/04\/gubernur-sistem-rujukan-berjenjang-permudah-akses-layanan-medis\/","title":{"rendered":"Gubernur: Sistem Rujukan Berjenjang Permudah Akses Layanan Medis"},"content":{"rendered":"<p>SEJAK diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peran Puskesmas, klinik, dan dokter menjadi lebih optimal dalam melayani masyarakat. Dengan adanya sistem rujukan berjenjang, kini masyarakat juga tak perlu buru-buru ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh untuk berobat. Cukup datangi Puskesmas, klinik, RS umum daerah atau rumah sakit regional yang ditunjuk BPJS Kesehatan.<\/p>\n<p><!--more-->Nah, bagaimana mekanismenya? Pemerintah telah mengatur tata cara Pelayanan Rumah Sakit Rujukan Regional di Aceh, melalui Pergub Nomor 42 tahun 2015 (perubahan atas Pergub Nomor 9 tahun 2015).<\/p>\n<p>Aturan yang mengatur tentang Rujukan Berjenjang ini berpedoman pada Permenkes Nomor 2 tahun 2014 tentang Rujukan Berjenjang dan Terstruktur dan Kepmenkes Nomor 391 tahun 2014 tentang Rumah Sakit Rujukan Regional.<\/p>\n<p>Tata cara rujukan berjenjang ini, kata Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah, bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan serta pengaturan mekanisme rujukan yang juga secara berjenjang.<\/p>\n<p>Rumah sakit rujukan regional menerima rujukan dari RS kabupaten\/kota, secara berjenjang sesuai dengan wilayah regionalnya.<\/p>\n<p>Gubernur Zaini Abdullah meminta masyarakat agar tidak perlu risau dengan pedoman baku yang ditetapkan tersebut. \u201cSistem rujukan berjenjang justru diciptakan supaya masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.<\/p>\n<p>Ini untuk mengatur alur lalu lintas pasien JKRA\/JKN,\u201d kata Zaini Abdullah.<\/p>\n<p>Rujukan berjenjang adalah tingkatan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini rumah sakit rujukan regional akan menerima rujukan dari RS kabupaten\/kota, secara berjenjang sesuai dengan wilayah regionalnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dokter lulusan USU ini menjelaskan, yang dimaksud Rumah sakit rujukan regional adalah rumah sakit yang mengampu rujukan pasien dari RS kabupaten\/kota dalam cakupan wilayah regional tertentu.<\/p>\n<p>Wilayah cakupannya, terang Doto Zaini, ditentukan berdasarkan geografis, jumlah penduduk, jarak dan waktu tempuh hingga keberadaan tenaga dokter spesialis.<\/p>\n<p>Rumah Sakit rujukan regional juga bertugas sebagai pengampu rujukan medik dari RS kabupaten\/kota. \u201cIni sematamata untuk memberikan kemudahan, bukan untuk menghalang hingga bahkan diklaim menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berobat,\u201d ujar Gubernur Zaini Abdullah.<\/p>\n<p>Dokter lulusan USU Medan ini juga mengatakan, Dinas Kesehatan Aceh akan memperkuat sosiasasi tentang mekanisme rujukan yang diatur dalam Pergub tersebut, menanggapi kekhawatiran masyarakat selama ini. \u201cPrinsipnya RSUDZA sebagai rujukan tertinggi di Aceh tetap menerima dan melayani peserta yang tidak mampu dilayani di Rumah Sakit Regional yang telah ditetapkan, sesuai dengan kebutuhan pelayanan medis,\u201d pungkas Doto Zaini.<\/p>\n<h3>INI DIA WILAYAH CAKUPAN RS REGIONAL<\/h3>\n<p>ADAPUN wilayah cakupan Rumah Sakit\u00a0Regional yang telah ditetapkan menurut\u00a0Peraturan Gubernur Aceh Nomor 42\u00a0Tahun 2015:<br \/>\n<strong>1. Rumah Sakit Rujukan Regional Timur\u00a0adalah RSUD Langsa, yang\u00a0mengampu;<\/strong><br \/>\n1. Kota Langsa<br \/>\n2. Aceh Timur<br \/>\n3. Aceh Tamiang<\/p>\n<p><strong>2. Rumah Sakit Rujukan Regional Utara\u00a0adalah RSUD dr Fauziah Bireuen,\u00a0yang mengampu;<\/strong><br \/>\n1. Bireuen<br \/>\n2. Pidie Jaya<br \/>\n3. Aceh Utara<br \/>\n4. Kota Lhokseumawe<\/p>\n<p><strong>3. Rumah SakitRujukan Regional\u00a0Tengah adalah RSUD Datu Beru\u00a0Takengon, yang mengampu;<\/strong><br \/>\n1. Aceh Tengah<br \/>\n2. Bener Meriah<br \/>\n3. Gayo Lues<br \/>\n4. Aceh Tenggara<\/p>\n<p><strong>4. Rumah Sakit Rujukan Regional Barat\u00a0adalah RSUD Cut Nyak Dhien\u00a0Meulaboh, yang mengampu;<\/strong><br \/>\n1. Aceh Barat<br \/>\n2. Aceh Jaya<br \/>\n3. Nagan Raya<br \/>\n4. Simeuleu<\/p>\n<p><strong>5. Rumah Sakit Rujukan Regional\u00a0Selatan adalah RSUD Yuliddin Awai\u00a0Tapaktuan, yang mengampu;<\/strong><br \/>\n1 Aceh Selatan<br \/>\n2. Aceh Barat Daya<br \/>\n3. Subulussalam<br \/>\n4. Aceh Singkil<\/p>\n<p><strong>(rd)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEJAK diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peran Puskesmas, klinik, dan dokter menjadi lebih optimal dalam melayani masyarakat. Dengan adanya sistem rujukan berjenjang, kini masyarakat juga tak perlu buru-buru ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh untuk berobat. Cukup datangi Puskesmas, klinik, RS umum daerah atau rumah sakit regional yang ditunjuk BPJS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":121,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laporan-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176\/revisions\/184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media\/121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}