{"id":27,"date":"2016-06-20T07:51:33","date_gmt":"2016-06-20T00:51:33","guid":{"rendered":"http:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/?p=27"},"modified":"2016-07-04T10:54:00","modified_gmt":"2016-07-04T03:54:00","slug":"rsudza-raih-akreditasi-paripurna-kars","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/2016\/06\/20\/rsudza-raih-akreditasi-paripurna-kars\/","title":{"rendered":"RSUDZA Raih Akreditasi Paripurna KARS"},"content":{"rendered":"<p>RUMAH Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) berhasil meraih akreditasi tertinggi dengan predikat Paripurna Rumah Sakit Versi 2012, atau setara dengan rumah sakit bintang lima.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Anugerah istimewa ini diberikan kepada setiap rumah sakit yang sudah menjalankan standar pelayanan yang sudah ditetapkan UU, dan berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan serta menjamin keselamatan pasien.<\/p>\n<p>Penyerahan sertifikat akreditasi untuk Rumah Sakit milik Pemerintah Aceh itu dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek di RSUZA Banda Aceh, Sabtu (12\/ 12) medio Desember silam.<\/p>\n<div id=\"attachment_47\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/LH01-02.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-47\" class=\"size-full wp-image-47\" src=\"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/LH01-02.jpg\" alt=\"Menkes RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek menyerahkan sertifikat Akreditasi Paripurna untuk RSUDZA Banda Aceh.\" width=\"600\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/LH01-02.jpg 600w, https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2016\/06\/LH01-02-300x202.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-47\" class=\"wp-caption-text\">Menkes RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek menyerahkan sertifikat Akreditasi Paripurna untuk RSUDZA Banda Aceh.<\/p><\/div>\n<p>Menteri Kesehatan mengungkapkan bahwa predikat Paripurna merupakan raihan luar biasa bagi Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. \u201cSelamat kepada seluruh karyawan dan direksi RSUDZA, ini pencapaian yang baik sekali bagi rumah sakit umum daerah,\u201d ujar Nila Moeloek, saat menyerahkan sertifikat KARS kepada Direktur RSUDZA, dr Fachrul Jamal, Sp.An KIC, Sabtu (12\/12).<\/p>\n<blockquote><p>Perolehan sertifikat\u00a0akreditasi paripurna,\u00a0menjadi bukti bahwa\u00a0RSUD Zainoel Abidin\u00a0konsisten dalam\u00a0memberikan pelayanan\u00a0yang berorientasi pada &#8216;patient safety&#8217; serta\u00a0telah menerapkan\u00a0budaya kerja yang\u00a0berfokus pada pasien.<br \/>\n<em>dr Fachrul Jamal, Sp.An KIC<\/em><br \/>\n<em> Direktur RSUDZA Banda Aceh<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Bersyukur Sementara itu, Direktur RSUDZA, dr Fachrul Jamal mengaku sangat bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, RSUDZA merupakan salah satu rumah sakit daerah yang beruntung, sebab sebagian besar rumah sakit yang mendapat predikat paripurna adalah milik swasta.<\/p>\n<p>\u201cPerolehan sertifikat akreditasi paripurna tersebut, menjadi bukti bahwa RSU Zainal Abidin konsisten dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada \u201cpatient safety\u201d, serta telah menerapkan budaya kerja yang berfokus pada pasien,\u201d terang Fahrul Jamal.<\/p>\n<p>Selain itu, dr Fachrul Jamal juga menyebutkan beberapa program pengembangan RSUDZA, seperti pengembangan pelayanan Onkologi untuk pasien penderita kanker.<\/p>\n<p>Usai pertemuan dengan jajaran direksi RSUDZA, Menkes turut mengunjungi ruang onkologi anak dan dewasa. Menkes Nila Moeloek berjanji akan membantu meningkatkan pusat pelayanan Onkologi tersebut.<\/p>\n<p>Adapun pelayanan terpadu RSUDZA yang sudah berjalan hingga saat ini, antara lain; Kamar Bedah Jantung (Cardiac Hybrid Operating Suite), Instalasi Kateterisasi Janutng (Percutaneus Coronary Intervention (PCI), layanan Penanganan Penderita Gondok, Extracorporal Shock Wave Lithotripsy\/tindakan pemecahan batu saluran kencing (ginjal, ureter, kandung kemih) dengan gelombang kejut (Shockwave).<\/p>\n<p>Kemudian juga ada layanan Countinuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CPAD) yaitu proses pembersihan darah (cuci darah), pelayanan Laboratorium Klinik Terpadu menggunakan Sistem LIS (Laboratory Information System), serta Pelayanan Radiologi dan Kateterisasi Jantung.<\/p>\n<p>Fachrul Jamal juga menjelaskan, rumah sakit yang telah terakreditasi berarti mendapat pengakuan dari pemerintah bahwa semua hal yang ada di dalamnya sudah sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan, baik sarana maupun prasarana yang dimiliki rumah sakit tersebut. \u201cSelain itu, kelulusan akreditasi juga merupakan syarat mutlak bagi izin operasional sebuah rumah sakit. Prosedur yang dilakukan kepada pasien juga sudah sesuai dengan standar KARS yang mengembangkan standar akreditasi versi 2012,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Standar akreditasi versi 2012 mirip dengan standar akreditasi internasional. Dalam standar akreditasi baru ini terdapat empat kelompok standar yang terdiri dari 1.048 elemen penilaian.<\/p>\n<p>Keempat kelompok standar akreditasi tersebut adalah standar pelayanan yang fokus pada pasien, standar manajemen rumah sakit, sasaran keselamatan pasien rumah sakit, dan sasaran \u201cMillenium Development Goals\u201d (MDGs) untuk menentukan tingkat kelulusan.<\/p>\n<p>Adapun tingkat kelulusan terbagi dalam 15 sasaran, antara lain keselamatan pasien, hak pasien dan keluarga, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, MDGs, akses dan kontinuitas pelayanan, pelayanan anestasi dan bedah, serta manajemen fasilitas dan keselamatan.<\/p>\n<p>Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan saat ini di Indonesia terdapat 2.329 rumah sakit yang terdiri dari 855 rumah sakit pemerintah, 1.408 rumah sakit swasta dan 66 rumah sakit milik BUMN.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RUMAH Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) berhasil meraih akreditasi tertinggi dengan predikat Paripurna Rumah Sakit Versi 2012, atau setara dengan rumah sakit bintang lima.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":48,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-27","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laporan-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":110,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions\/110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}