{"id":437,"date":"2017-07-28T14:57:01","date_gmt":"2017-07-28T07:57:01","guid":{"rendered":"http:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/?p=437"},"modified":"2017-12-28T15:01:51","modified_gmt":"2017-12-28T08:01:51","slug":"selektif-dan-ketat-untuk-kesembuhan-pasien","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/2017\/07\/28\/selektif-dan-ketat-untuk-kesembuhan-pasien\/","title":{"rendered":"Selektif dan Ketat untuk Kesembuhan Pasien"},"content":{"rendered":"<p>ANGGAPAN akan menu ma\u00ad ka nan di rumah sakit itu tidak enak, kerap terlintas da lam pikiran setiap pasien, padahal enak menurut pasien belum tentu baik dan sesuai untuk kondisi kesehatannya.<\/p>\n<p>Anggapan tersebut seha\u00ad rusnya sudah harus jauh\u00adjauh dibuang dibenak semua pasien dan masyarakat. Kesem\u00ad buhan pasien bukan hanya ditentukan oleh pelayanan obat\u00adobatan atau keperawatan, tetapi juga sangat ditentukan oleh diet yang di berikan oleh pelayanan gizi.<\/p>\n<p>Asupan gizi yang di butuhkan oleh pasien yang dirawat di rumah sakit sangat personal, sehingga tidak bisa di samakan antara satu pasien dengan pasien lainnya. Jika salah dalam penyajian, jenis menu, cara pemberian dan takarannya maka akan ikut berdampak terhadap proses penyembuhan penyakit yang sedang dilakukan pada pasien.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak berharap pa\u00ad sien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Za\u00ad inoel Abidin (RSUDZA) Ban\u00ad da Aceh mengalami kekurangan gizi atau salah diet dan ini menjadi perhatian serius dari managemen Rumh sakit dalam penanganan gizi,\u201d kata Wadir Penunjang RSUDZA Banda Aceh, dr. Nurnikmah M.Kes di ruang kerjanya.<\/p>\n<p>\u201cRumah sakit selalu berupaya untuk dapat menyediakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi pasien tanpa mengurangi citra rasa pada makanan yang di sa\u00ad jikan\u201d katanya.<\/p>\n<p>RSUDZA Banda Aceh mempunyai unit tersediri yang khusus melayani kebutuhan gizi pasien baik yang sedang dirawat ataupun ber obat jalan yaitu Instalasi Gizi yang berada di bawah komando dr. Nurnikmah.<\/p>\n<p>Rumah sakit plat merah milik Pemerintah Aceh itu menerapkan standar operasional prosedur yang sangat ketat sehingga terjamin akan kebersihan dan ketepatan gizi terha\u00ad dap makanan yang disajikan.<\/p>\n<p>Ada 4 bagian pokok pelayanan gizi di rumah sakit yang menjadi pedoman da\u00ad lam pelayanan gizi, pertama pengadaan dan penyediaan makanan yang meliputi perencanaan, jenis dan jumlah ma kanan, pengadaan ba han ma ka nan, penyimpanan, proses pengolahan hingga ma tang dan penyajian Kedua pelayanan gizi di ruangan yang meliputi penentuan kebutuhan gizi sesuai dengan penyakit, pe nyusunan menu, pemilihan bentuk makanan, cara pemberian dan eva luasi. Ke tiga penyuluhan berupa konsultasi gizi dan ru\u00ad jukan dan ke empat penelitian dan pengembangan gizi terapan.<\/p>\n<p>Proses demi proses yang berlangsung dikawal sangat ketat oleh manajemen Rumah Sakit melalui Instalasi Gizi yang dimiliki rumah sakit rujukan utama di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.<\/p>\n<p>\u201cKami selalu memastikan akan kebersihan dan kesehatan terhadap proses pengadaan makanan dan minuman yang akan disajikan kepada pasien,\u201d kata Wadir Penunjang.<\/p>\n<p>Mengingat pelaksanaan gizi saat ini dikelola oleh pihak ketiga, namun bukan berarti lepas dari pengawasan pihak RS, Ia mengatakan saban hari petugas di instalasi gizi RSUD\u00ad ZA mendampingi dan me\u00ad mantau secara langsung proses demi proses dari penyiapan sampai makanan disajikan kepada pasien baik terhadap kebersihan dan memastikan seluruh menu yang akan disa\u00ad jikan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>\u201cPetugas kita selalu men\u00ad cicipi setiap makanan sebelum di sajikan kepada pasien u menjaga keamanan makanan.<\/p>\n<p>Kita selalu menjaga kualitas makanan dengan mengawasi dan menguji kadar setiap bahan baku yang menjadi menu makanan dan minuman yang akan diberikan sehingga tidak terjadi persoalan baru kepada pasien,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Setiap menu yang disiapkan oleh bagian Instalasi Gizi yang bekerja sama dengan pihak ketiga tersebut dise\u00ad suaikan dengan jenis penyakit yang diderita oleh pasien yang menggunakan fasilitas rumah sakit rujukan utama tersebut.<\/p>\n<p>\u201cMakanan dan minuman yang disajikan setiap hari ke\u00ad pada ratusan pasien ini disesuaikan dengan jenis penyakit.<\/p>\n<p>Asupan yang diberikan pasti akan berbeda satu dengan yang lainnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pihaknya tidak sungkan\u00adsungkan menolak ma\u00ad kanan dan minuman yang disediakan oleh pihak ketiga jika tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.<\/p>\n<p>Ia mengatakan dengan pemberian makanan yang tepat akan mendukung kemam\u00ad puan organ tubuh untuk me lak sanakan fungsi secara optimal sehingga membantu mempercepat proses pemuli\u00ad han penyakit.<\/p>\n<p>\u201cStatus gizi dan penya\u00ad kit saling memperngaruhi.<\/p>\n<p>Dimana kecukupan gizi pa\u00ad sien sangat membantu pros\u00ad es penyembuhan penyakit pada kondisi yang lain proses perkembangan penyakit juga mempengaruhi status gizi pa\u00ad sien,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Pihaknya tidak menginginkan makanan dan minuman yang diberikan kepada pasien tidak sehat dan tidak bersih serta akan mengurangi asupan gizi kepada pasien.<\/p>\n<p>\u201cKita selalu mengawasi dan menguji kadar setiap ba\u00ad han baku yang menjadi menu makanan dan minuman yang akan diberikan sehingga tidak terjadi persoalan baru pada pasien,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Selain pengawasan terhadap bahan makanan dan minuman, juga dilakukan pengawasan terhadap lingkungan dan peralatan yang digunakan untuk memasak den\u00ad gan melakukan pemeriksaan.<\/p>\n<p>Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) secara rutin setiap enam bulan sekali melakukan uji kuman dengan mengambil beberapa sampel pada alat dan lingkun\u00ad gan tempat pengolahan untuk memastikan pelayanan gizi bebas dari bakteri atau kuman lainnya.<\/p>\n<p>Selain menangani gizi pasien baik rawat inap dan rawat jalan , intalasi gizi juga mengemban tugas untuk men jaga kebutuhan gizi pada petugas di rumah sakit yang bekerja pada tempat\u00adtempat berisiko seperti radiologi atau bagian\u00adbagian yang memiliki infeksi tinggi beruba pemberian makanan risiko tinggi.<\/p>\n<p>Pemberian menu untuk petugas yang bekerja pada unit unit tertentu ter sebut me\u00ad rupakan wujud kepe du lian RS terhadap keselamatan kerja pegawai.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan penyediaan makanan dan minum dengan memperhatikan gizi tersebut merupakan salah satu dalam mengoptimalkan kinerja staf yang bekerja di unit unit yang berisiko tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKetersedian asupan gizi yang baik akan meningkatkan kesehatan petugas ser ta men\u00ad dukung kinerja rumah sakit namun sebaliknya jika sumber daya manusia ti dak sehat maka aktivitas pe layanan juga akan terhambat,\u201d ungkap Nurnikmah.<\/p>\n<p>Ia mengatakan saat ini sudah ada petugas gizi yang ditempatkan pada setiap ruangan yang khusus untuk mem\u00ad beri pelayanan gizi. \u201cSetiap ruangan memiliki ahli gizi yang mengontrol selalu asupan gizi yang diberikan kepada pasien,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sebagai rumah sakit yang sedang mempersiapkan diri untuk pelayanan internasional, pihaknya juga terus mening\u00ad katkan kualitas pela yanan gizi dengan menyiapkan tenaga-tenaga profesional bi dang gizi dan melakukan inovasi sehingga kepuasan pasien juga akan terus me ningkat seiring dengan dukungan asupan gizi yang baik yang ditawarkan saban hari kepada pasien.<\/p>\n<p>\u201cAkhirnya kami berha rap agar masyarakat memahami bahwa pemberian ma ka nan di rumah sakit adalah bagian dari pengobatan untuk mempercepat proses penyembuhan bukan sekedar memenuhi kebutukan makan dan minum pasien semata,\u201d pungkasnya. (if)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANGGAPAN akan menu ma\u00ad ka nan di rumah sakit itu tidak enak, kerap terlintas da lam pikiran setiap pasien, padahal enak menurut pasien belum tentu baik dan sesuai untuk kondisi kesehatannya. Anggapan tersebut seha\u00ad rusnya sudah harus jauh\u00adjauh dibuang dibenak semua pasien dan masyarakat. Kesem\u00ad buhan pasien bukan hanya ditentukan oleh pelayanan obat\u00adobatan atau keperawatan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":362,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-laporan-utama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":439,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437\/revisions\/439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media\/362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}