{"id":615,"date":"2017-07-05T14:42:33","date_gmt":"2017-07-05T07:42:33","guid":{"rendered":"http:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/?p=615"},"modified":"2018-01-05T14:48:44","modified_gmt":"2018-01-05T07:48:44","slug":"rsudza-sediakan-air-bersih-siap-minum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/2017\/07\/05\/rsudza-sediakan-air-bersih-siap-minum\/","title":{"rendered":"RSUDZA Sediakan Air Bersih Siap Minum"},"content":{"rendered":"<p>BERBAGAI terobosan dan inovasi serta pem benahan untuk memberikan ke nyamanan bagi masyarakat yang datang berobat, terus menjadi prioritas perhatian.<\/p>\n<p>Untuk perbaikan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.<\/p>\n<p>Termasuk di dalamnya terkait dengan hygiene dan sanitasi lingkungan rumah sakit, serta penyediaan air bersih yang memenuhi syarat sesuai standar kesehatan bagi pasien Terkait dengan itu, RSUDZA mulai tahun ini akan mengoperasikan suatu fasilitas pengolahan air bersih yang siap dikosumsi (diminum). Para pasien dan tim medis nantinya akan dapat menikmati fasilitas tersebut langsung dari kamar atau ruang masing\u00admasing.<\/p>\n<p>Instalasi pengolahan air bersih siap minum itu bertujuan meminimalisir air yang terkontaminasi kuman, sehingga akan memberi dampak mempercepat proses penyembuhan seorang pasien.<\/p>\n<div id=\"attachment_616\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-616\" class=\"size-full wp-image-616\" src=\"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/LH07-09.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"391\" srcset=\"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/LH07-09.jpg 300w, https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/LH07-09-230x300.jpg 230w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-616\" class=\"wp-caption-text\">dr. Fachrul Jamal, Sp.AN,KIC<br \/>Direktur RSUDZA<\/p><\/div>\n<blockquote><p>\u201cKita sekarang sedang mempersiapkan satu unit pengolahan air bersih siap minum yang bisa? langsung digunakan oleh pasien. Itu akan kita olah air dari PDAM atau dari sumur, diolah oleh suatu mesin water treatment kemudian akan bisa dialirkan ke semua ruangan-ruangan untuk bisa digunakan oleh pasien dan staf rumah sakit.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Selain itu, tambahnya, dengan air bersih tersebut juga dapat membersihkan peralatan medis, sehingga benar\u00adbenar steril dan kualitasnya tetap ter jaga. \u201cKita sekarang sedang mempersiapkan satu unit pengolahan air bersih siap minum yang bisa? langsung digunakan oleh pasien. Itu akan kita olah air dari PDAM atau dari sumur, diolah oleh suatu mesin water treatment kemudian akan bisa dialirkan ke semua ruangan\u00adruangan untuk bisa digunakan oleh pasien dan staf rumah sakit,\u201d ujar? Direktur RSUDZA, dr. Fachrul Jamal Sp.AN,KIC kepada kru Tabloid RSUDZA Lamhaba.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemurnian air bersih siap minum nantinya berada di belakang gedung RSUDZA. Saat ini sedang dalam proses tender, dan segera akan dioperasikan. \u201cNanti kita juga akan melibatkan perusahaan yang kita datangkan dari Bandung. Kami harap adanya water treatment ini, air kran di RSUDZA sudah terbebas dari kuman dan bisa langsung diminum oleh pasien,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Fachrul Jamal menjelaskan, langkah berikutnya adalah, RSUDZA pada tahun ini juga sedang mempersiapkan suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai penambahan dari yang sudah ada selama ini. \u201cCuma dengan pengolahan limbah ini akan ada penambahan teknologi yang lebih bagus dan lebih efektif sampai air ?limbah ini nantinya itu bisa digunakan untuk keperluan sehari\u00adhari seperti dialirkan ke kolam air untuk ikan. Atau juga kita bisa gunakan air itu nanti untuk siram\u00adsiram bunga dan tanaman atau apa saja kebutuhan lainnya sehari\u00adhari, selain untuk diminum,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, air lim bah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit, yang meliputi: limbah cair domestik, yakni buangan kamar dari rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Pemerintah mewajibkan setiap Rumah Sakit untuk menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah.<\/p>\n<p>Peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah rumah sakit adalah Undang\u00adundang Nomor 23\/1992 tentang Kesehatan. Undang\u00adundang dan peraturan lainnya yang mewajibkan rumah sakit memiliki IPAL adalah UU Nomor 44\/2009 tentang rumah sakit.<\/p>\n<p>Menurut dr. Fachrul Jamal, selama ini dalam air limbah memang sudah tidak ada zat\u00adzat yang berbahaya lagi saat dibuang ke tempat pembuangan biasa yang dialirkan ke pembuangan umum ke parit\u00adparit.<\/p>\n<p>\u201cSedangkan ini kita rencanakan nanti air limbah yang dihasilkan ?dari sistem pengolahan yang baru ini, itu malah bisa digunakan untuk keperluan sehari\u00adhari seperti menyiram bunga atau untuk air mancur, itu bisa digunakan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pengolahan ini juga suatu anjuran dari dalam Undang\u00adundang, walaupun ru mah sakit itu berada di sekeliling perkampungan masyarakat, tetap tidak boleh mengotori perkampungan. Harus bersih di dalam juga harus bersih di luarnya. \u201cAir limbah itu tidak lagi dibuang ke pembuangan, tapi diolah untuk bisa digunakan? untuk berbagai keperluan. Ini sekarang sedang dalam proses tender dengan anggaran APBA tahun ini. Kita harapkan dengan sendirinya semua nanti mulai dari dalam ?hingga ke luar rumah sakit itu betul\u00adbetul terbebas dari kuman\u00adkuman yang membahayakan,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Fachrul Jamal menerangkan, program ini juga termasuk dari proses sanitasi dan hygiene menuju akreditasi internasional JCI. Sanitasi dan hygiene ini merupakan prasyarat utama dalam proses akreditasi tersebut.<\/p>\n<p>Karena dahulu banyak sekali ditemukan infeksi yang disebabkan oleh kuman\u00adkuman yang ada di rumah sakit yang disebut dengan Hospital Acquired Pneumonia (HAP), atau infeksi yang ditemukan disebabkan oleh kuman\u00adkuman yang ada di sekitar rumah sakit.<\/p>\n<p>Kini, dengan semua sistem yang dijaga, sistem fasilitas, pembersihan fasilitas, clea ning service, sanitasi dari makanan, semuanya terjaga dengan baik sehingga HAP ini diharapkan akan berkurang dan akan hilang tentunya.<\/p>\n<p>\u201cIni sangat mengganggu, kalau sempat pasien itu datang berobat dia dengan keluhan sakit jantung, kemudian ditambah lagi dengan sakit karena kuman dan infeksi yang didapat di rumah sakit, ini akan merugikan pasien dan keluarganya serta merugikan pemerintah juga,\u201d terangnya.(ms)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERBAGAI terobosan dan inovasi serta pem benahan untuk memberikan ke nyamanan bagi masyarakat yang datang berobat, terus menjadi prioritas perhatian. Untuk perbaikan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Termasuk di dalamnya terkait dengan hygiene dan sanitasi lingkungan rumah sakit, serta penyediaan air bersih yang memenuhi syarat sesuai standar kesehatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":617,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liputan-khusus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":618,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/615\/revisions\/618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media\/617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rsudza.acehprov.go.id\/tabloid\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}