Perbandingan Kadar Immunoglobulin E Serum Pada Pasien Rinitis Alergi Dengan Faktor Risiko Genetik
PDF

Keywords

rinitis alergi
imunoglobulin E
genetik

How to Cite

T. Husni T.R., Yusni, & Fadhlia. (2020). Perbandingan Kadar Immunoglobulin E Serum Pada Pasien Rinitis Alergi Dengan Faktor Risiko Genetik. Journal of Medical Science, 1(1), 55–60. https://doi.org/10.55572/jms.v1i1.10

Abstract

Rinitis merupakan masalah kesehatan global, walaupun tidak bersifat serius namun rhinitis alergi harus dipikirkan sebagai keadaan yang cukup serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita akibat beratnya gejala yang dialami dan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Prevalensi rinitis alergi terus meningkat sepanjang 50 tahun terakhir. Peningkatan ini disebabkan karena faktor genetik dan lingkungan. Penegakan diagnosis rinitis alergi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kadar IgE serum, kadar eosinofil darah tepi dan eosinofil mukosa hidung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar Immunoglobulin E pada penderita rinitis alergi dan non alergi dengan predisposisi genetik. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar Ig E lebih tinggi dan signifikan pada pasien rinitis alergi dibandingkan non-rinitis alergi. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar Ig E pada pasien dengan rinitis alergi dengan non rinitis alergi.

https://doi.org/10.55572/jms.v1i1.10
PDF

References

Borish, L. (2003) ‘Allergic rhinitis: systemic inflammation and implications for management’, Journal of allergy and clinical immunology. Elsevier, 112(6), pp. 1021–1031.

Bousquet, J. (2003) ‘Allergic rhinitis and its impact on asthma (ARIA)’, Clinical & Experimental Allergy Reviews. Wiley Online Library, 3(1), pp. 43–45.

Celikel, S. et al. (2008) ‘Risk factors for asthma and other allergic diseases in seasonal rhinitis’, Journal of Asthma. Taylor & Francis, 45(8), pp. 710–714.

Girish, V. V., Cleveland, M. M. and Raghubir, K. M. (2004) ‘Allergic rhinitis and asthma severity’, Journal of the World Allergy Organization, 16(1), pp. 15–19.

Kay, A. B. (2001) ‘Allergy and allergic diseases’, New England Journal of Medicine. Mass Medical Soc, 344(1), pp. 30–37.

Koning, H. et al. (1996) ‘Development of immune functions related to allergic mechanisms in young children’, Pediatric research. Nature Publishing Group, 40(3), p. 363.

Max Kjellman, N. (1982) ‘Prediction and prevention of atopic allergy’, Allergy. Wiley Online Library, 37(7), pp. 463–473.

Ng, T. P. and Tan, W. C. (1994) ‘Epidemiology of allergic rhinitis and its associated risk factors in Singapore’, International journal of epidemiology. Oxford University Press, 23(3), pp. 553–558.

Suprihati (2005) ‘The prevalence of allergic rhinitis and its relation to some risk factors among 13-14 years old students in Semarang’, Indonesian J Otorhinolaryngology, Head and Neck Surg, 35, pp. 64–70.

YENENCY, T. T. Y. M. (2005) ‘Prevalensi dan faktor risiko alergi pada anak usia 6-7 tahun di Semarang’. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Ketentuan Lisensi

Artikel yang diterbitkan oleh Journal of Medical Science (JMS) menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0), kecuali dinyatakan lain pada artikel atau materi tertentu. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis.

Lisensi ini memperbolehkan siapa pun untuk:

  • Berbagi: menyalin dan menyebarluaskan materi dalam media atau format apa pun.
  • Mengadaptasi: mengolah, mengubah, menerjemahkan, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk komersial.

Penggunaan tersebut harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Memberikan atribusi yang layak kepada penulis dan menyebutkan sumber publikasi di JMS.
  • Menyertakan tautan ke lisensi CC BY 4.0 dan DOI atau tautan artikel apabila tersedia.
  • Menunjukkan perubahan yang dilakukan tanpa memberi kesan bahwa penulis atau JMS mendukung penggunaan tersebut.
  • Tidak menerapkan ketentuan hukum atau pembatasan teknologi yang menghalangi pihak lain menggunakan materi sebagaimana diizinkan lisensi.

Materi pihak ketiga yang tidak tercakup dalam lisensi artikel mengikuti ketentuan yang dicantumkan pada materi tersebut. Lisensi tidak menghapus kewajiban menghormati hak privasi, hak moral, atau hak lain yang relevan.

Lisensi artikel yang telah diterbitkan sebelumnya tetap mengikuti keterangan pada masing-masing artikel. Ketentuan lengkap tersedia pada teks hukum lisensi CC BY 4.0.

Downloads

Download data is not yet available.