Angka Penyesalan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasca Tuba Sterilisasi Pada Pasien yang Telah Menjalani Tuba Sterilisasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Tahun 2017
PDF

Keywords

penyesalan pasca tuba sterilisasi
sterilisasi

How to Cite

Munizar, Rizka Aditya, Hasnidar, & Ida Murni. (2020). Angka Penyesalan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasca Tuba Sterilisasi Pada Pasien yang Telah Menjalani Tuba Sterilisasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Tahun 2017. Journal of Medical Science, 1(1), 27–32. https://doi.org/10.55572/jms.v1i1.6

Abstract

Sterilisasi pada wanita adalah salah satu metode kontrasepsi yang efektif dan aman mencegah kehamilan permanen. Beberapa wanita yang telah melakukan sterilisasi muncul penyesalan dikemudian hari, dan perasaan menyesal ini umumnya beriringan dengan keinginan untuk memiliki anak kembali. Penyesalan pasca tuba sterilisasi lebih banyak terjadi pada Negara dengan perekonomian lemah, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya keinginan untuk mempunyai anak kembali, perubahan status pernikahan pasca sterilisasi, kematian anak yang dimiliki, satus sosial ekonomi rendah, tingkat pendidikan, dan kepercayaan. Aceh adalah salah satu propinsi di Indonesia yang menerapkan syariah islam sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan, saat ini belum diketahui angka penyesalan pasca tuba sterilisasi di Aceh dan RSUD dr. Zainoel Abidin yang merupakan RS Propinsi yang mayoritas muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka penyesalan pasca tuba sterilisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di RSUD dr. Zainoel Abidin September 2014-Desember 2016. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif cross sectional, menggunakan total sampling data medical record pengguna KB kemudian dilakukan wawancara via telpon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 156 pasien yang melakukan tuba sterilisasi di RSUD dr. Zainoel Abidin sejak September 2014-Desember 2016 dan 73 pasien berhasil dilakukan survei melalui wawancara lewat telpon. Semua pasien adalah muslim dengan usia rata-rata wanita melakukan tuba sterilisasi berkisar 36-45 tahun yaitu 51 orang (70%), usia termuda 23 tahun dan tertua 47 tahun. Lama pernikahan rata-rata 16 tahun, dengan pernikahan termuda 2 tahun. Jumlah anak rata-rata 4 orang, jumlah anak terendah 1 orang, dan terbanyak telah memiliki 7 anak. 67 pasien (91.8%) tuba sterilisasi merupakan pasien dengan bekas seksio cesarean dan tanpa komplikasi obstetri. Terdapat 8 orang (11%) diantaranya menyesal telah melakukan tuba sterilisasi. Faktor yang mempengaruhi diantaranya keinginan untuk memiliki anak kembali, jenis kelamin anak yang belum mencukupi , dan rasa berdosa.

https://doi.org/10.55572/jms.v1i1.6
PDF

References

Becner, A., Turkanović, A. B. dan But, I. (2015) ‘Regret following female sterilization in Slovenia’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 130(1), pp. 45–48. doi: 10.1016/j.ijgo.2015.02.024.

Boeckxstaens A, Devroey P, Collins J, T. H. (2017) ‘Getting pregnant after tubal sterilization: surgical reversal or IVF?’, Human Reproduction.

Fritz, M. A. dan Speroff, L. (2011) ‘Speroff Clinical Endocrinology & Infertilty 8th ed’. Philadelphia, USA: Lippincott Williams & Wilkins, pp. 921–35.

Jayakrishnan, K. dan Baheti, S. (2011) ‘Laparoscopic tubal sterilization reversal and fertility outcomes’, Journal of Human Reproductive Sciences, 4(3), p. 125. doi: 10.4103/0974-1208.92286.

Ludermir AB, Machado KM, Costa AM, Alves SV, A. T. (2009) ‘Tubal ligation regret and related risk factors: findings from a case-control study in Pernambuco State, Brazil’, Cad Saude Publica.

M Yossry, M Aboulghar, A D’Angelo, W. G. (2006) ‘In vitro fertilisation versus tubal reanastomosis (sterilisation reversal) for subfertility after tubal sterilisation’, Cochrane Database of Systematic Reviews.

MKEK Indonesia (2002) ‘Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia’.

Muhyiddin (2014) ‘Fatwa MUI tentang vasektomi: tanggapan ulama dan dampaknya terhadap peningkatan medis operasi pria (MOP)’, Al-Ahkam, 24(1), pp. 69–92.

Pfeifer S, sokol R, gracia C, rebar R, barbera Al, odem R, dkk. (2015) ‘Role of tubal surgery in era of assissted reproductive technology : a committee opinion’, Fertilsteril.

Singh, A. dkk. (2012) ‘Sterilization regret among married women in India: Implications for the indian national family planning program’, International Perspectives on Sexual and Reproductive Health, 38(4), pp. 187–195. doi: 10.1363/3818712.

Ketentuan Lisensi

Artikel yang diterbitkan oleh Journal of Medical Science (JMS) menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0), kecuali dinyatakan lain pada artikel atau materi tertentu. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis.

Lisensi ini memperbolehkan siapa pun untuk:

  • Berbagi: menyalin dan menyebarluaskan materi dalam media atau format apa pun.
  • Mengadaptasi: mengolah, mengubah, menerjemahkan, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk komersial.

Penggunaan tersebut harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Memberikan atribusi yang layak kepada penulis dan menyebutkan sumber publikasi di JMS.
  • Menyertakan tautan ke lisensi CC BY 4.0 dan DOI atau tautan artikel apabila tersedia.
  • Menunjukkan perubahan yang dilakukan tanpa memberi kesan bahwa penulis atau JMS mendukung penggunaan tersebut.
  • Tidak menerapkan ketentuan hukum atau pembatasan teknologi yang menghalangi pihak lain menggunakan materi sebagaimana diizinkan lisensi.

Materi pihak ketiga yang tidak tercakup dalam lisensi artikel mengikuti ketentuan yang dicantumkan pada materi tersebut. Lisensi tidak menghapus kewajiban menghormati hak privasi, hak moral, atau hak lain yang relevan.

Lisensi artikel yang telah diterbitkan sebelumnya tetap mengikuti keterangan pada masing-masing artikel. Ketentuan lengkap tersedia pada teks hukum lisensi CC BY 4.0.

Downloads

Download data is not yet available.