Data Kependudukan Kini Terintegrasi dengan SIMRS

Admin 2018-05-01 09:19:02

WAKIL Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, awal April meluncurkan program Integrasi Data Kependudukan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) pada RSUDZA di Aula Auditorium RSUDZA Banda Aceh.

Paket layanan itu terkait dengan upaya pembenahan dan inovasi untuk mem berikan kemudahan pelayanan berobat bagi pasien yang datang dari berbagai kabupaten/kota dalam provinsi ini.

Menurut Wagub Nova, hal yang perlu disadar adalah upaya tanpa henti untuk meningkatkan kinerja pelayanan. Peningkatan itu tidak selalu harus dengan pembuatan gedung atau pengadaan fasilitas canggih. Tanpa ada dedikasi, loyalitas dan inovasi, maka itu semua tidak akan berarti, kata Nova.

Menurut Nova, selama ini RSUDZA sudah menjawab semua keluhan dari masyarakat, mulai dari soal tempat tidur hingga antrian online pasien ber obat.

“Dengan lahirnya program ini, maka setiap pasien yang akan berobat ke Ban da Aceh cukup hanya membawa KTP­nya saja,” ujar Nova.

Dalam sambutannya Wagub menyebutkan dengan adanya Integrasi Data Kependudukan dengan SIMRS pada RSUDZA, maka proses registrasi pasie akan bisa dilaksanak de ngan lebih mudah dan ayanan berobat menjadi lebih cepat.

Dengan inovasi ini, sam bung Nova, pasien yang baru mendaftar hanya perlu memperlihatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada kar tu tan penduduk (KTP) kepada petugas. Setelah itu data akan keluar secara otomatis sesuai engan KTP, tanpa harus dilakukan peng­inputan se cara manual terhadap server rumah sakit.

“Pasien yang baru mendaftar hanya perlu mem perlihatkan NIK yang tertera pada KTP, dan data akan keluar secara otomatis,” jelasnya.

Sistem integrasi data kependudukan menjadi solusi memangkas antrian pasien yang berobat di rumah sakit. Seluruh data pa sien yang berobat ke RSUDZA akan diimput dalam sis tem informasi manaje men rumah sakit, sehingga semua data pasien yang dibutuhkan akan masuk secara sendirinya.

Seperti kita ketahui, lanjut Wagub, setiap hari jumlah pasien yang mengantri untuk berobat d RSUDZA ini bisa mencapai 1.200 sampai 1.500 orang er hari. “Proses registrasi pasien melalui data kependudukan adalah sebuah ino vasi baru yang perlu di apresiasi. Hal tersebut me rupakan bagian peningkatan layanan yang menjadi hak dari setiap pasien dan merupakan etos kerja serta kinerja pihak rumah sakit yang luar biasa,” terangnya.

Inovasi tersebut di ha rapkan bisa memberi dampak positif pada laya nan yang diberikan kepada . “Proses registrasi p sien lebih cepat dan ber kualitas tentu akan memangkas panjangnya antrian pasien,” kata Wagub Nova.

Dengan diresmikan ingrasi data kependudukan tersebut, kata Nova, enan dakan profesionalisme petugas Rumah Sakit dalam hal bekerja sama dengan in stansi lin secara konstruktif tanpa ada rivalitas.

“Semua saling menun jang dan menghasilkan keberhasilan,” kata Wagub No va memuji inovasi tersebut. Penggunaan sistem itu tersebut dilakukan atas kerja sama RSUDZA dengan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh (DRKA).

Dengan lahirnya program ini, maka, setiap pasien yang akan berobat ke RSUDZA Banda Aceh hanya cukup membawa KTP saja. “Lahirnya program ini dari keluhan pasien, dengan adanya program baru ini pasien cukup membawa KTP saja untuk berobat,” jelasnya.

Dengan sistem itu, diha rapkan ke depan tidak da gi keluhan pasien atas layanan yang diberi kan di rumah sakit terse but. Apalagi diketahui bahwa kesehatan merupakan program unggulan dari Pemerintahan Aceh di bawah pmpinan Gubernur Irwan di Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah.

“Kalau bisa dilayani dgan nol keluhan maka penyelenggara rumah sakit ini sangat sangat profesional,” harap Wagub.

Integrasi Data Kependudukan dengan SIMRS, me rupakan karya bakti oleh staf rumah sakit RSUD dr. Zainoel Abidin.

Selain mempersingkat waktu antrian, sistem ini juga akan memudahkan tenaga medical record saat mendaftarkan pasien.? Dengan berlakunya sistem tersebut, per pasien kini ha nya perlu mengantri e kitar 1 hingga 2 menit saja sebelum ditangani oleh dokter. Dulunya untuk mengisi formulir pendaftaran, pasien butuh waktu mencapai 5 menit.

Jikapun pasien kehi langan kartu berobat, me re ka bisa mendaftar berobat hanya dengan kartu penduduk. Secara otomatis re kam medik akan muncul dengan sendirinya.

Dalam launching integrasi data kependudukan dengan SIMRS ini turut dihadiri Direktur RSUDZA dr. Fachrul Jamal Sp.An,KIC, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, Kadis DRKA, Umar Dhani, Kadis Kominfo Aceh, Marwan Nusuf, para Wakil Direktur RSUDZA serta perwakilan Jasa Raharja