Kick-Off Proyek Perubahan Digital oleh dr. Abdul Fatah di RSUDZA

Admin 2025-08-28 09:00:00

Banda Aceh, 28 Agustus 2025 – Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Umum Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dr. Abdul Fatah, MPPM, memimpin rapat Kick-Off dan Pembentukan Tim Inti Proyek Perubahan PKN Tingkat II Aceh. 


PKN merupakan program pengembangan sumber daya manusia yang dirancang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Program ini diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) melalui Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK), dengan tujuan mencetak pemimpin yang transformatif dan inovatif, yang mampu mendorong pembangunan nasional serta menjamin akuntabilitas dan efektivitas kepemimpinan di level strategis.


Saat ini dr. Abdul Fatah menjadi peserta dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II provinsi Aceh. 


Langkah awal adalah dengan menyusun Rancangan Proyek Perubahan yang berkaitan dengan isu strategis terkini di lingkungan RSUDZA. Pada kesempatan ini dr. Abdul Fatah mengusung tema "Transformasi Digital RSUD dr. Zainoel Abidin: Integrasi SIMRS untuk Layanan Unggul dan Efisiensi Operasional".


Dalam kepemimpinannya dr. Abdul Fatah menemukan serangkaian masalah yang dapat dilakukan perubahan melalui proyek ini. Masalah yang masih krusial diantaranya adalah ; sarana dan prasarana RSUDZA belum optimal, berdampak pada rendahnya indeks kepuasan pasien. Tingginya jumlah rujukan ke luar Provinsi Aceh. Kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih terbatas. Belum terintegrasinya Peraturan Gubernur terkait tata kelola rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) belum berjalan optimal dan belum terintegrasi secara menyeluruh.


Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengintegrasikan aplikasi dan sistem informasi rumah sakit agar tercipta transparansi, efisiensi, serta kebijakan berbasis digital yang terintegrasi. Penyusunan proyek harus selaras dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing unit kerja.


Untuk memulai implementasi proyek tersebut, dr. Abdul Fatah segera membentuk tim dan memulai rapat yang berlangsung hari ini di Ruang Multazam 1 RSUDZA, dan dihadiri oleh Kabag Bigram; Kasubbag Infokom; Ka. Instalasi Rekam Medis; Ka. Komite Rekam Medis; Ka. Instalasi IT dan Staf; Ketua dan Anggota Tim Kreatif RSUDZA.


Dalam sambutannya, dr. Abdul Fatah menyampaikan bahwa proyek perubahan ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan digitalisasi rumah sakit, serta sebagai bagian integral dari tugasnya mengikuti PKN Tingkat II. 


Diskusi berlangsung secara interaktif, semua anggota tim sangat antusias, para peserta memberikan dukungan penuh dan masukan konstruktif terkait strategi implementasi, potensi tantangan, serta solusi yang dapat diterapkan untuk memastikan kesuksesan proyek. 


Setelah pertemuan ini dr. Abdul Fatah akan melakukan workshop identifikasi masalah, sosialisasi, dan penyusunan rencana perubahan jangka pendek, menengah, dan jangka Panjang. Tujuannya adalah untuk memetakan masalah dan kebutuhan data awal serta hasil yang diharapkan.


Pilot-project selanjutnya adalah penyusunan dokumen rancangan proyek perubahan, diskusi internal tim inti, dan melakukan presentasi draft rancangan proyek kepada pimpinan RSUDZA.


Rangkaian kegiatan ini menunjukkan keseriusan RSUDZA dalam mengawal transformasi digital melalui pendekatan kolaboratif, terukur, dan berbasis data. Proyek perubahan yang diinisiasi oleh dr. Abdul Fatah tidak hanya menjadi bagian dari pelatihan kepemimpinan nasional, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan rumah sakit yang unggul, efisien, dan terintegrasi secara digital.


Kegiatan ditutup dengan sesi photo dan komitmen bersama untuk mensukseskan proyek perubahan ini. 


Proyek ini merupakan langkah besar untuk mengawal perubahan yang dilakukan oleh pemimpin inovatif, bertujuan untuk menjadikan RSUDZA semakin prima dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk seluruh masyarakat. 


Program PKN Tingkat II ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga menjadi wahana lahirnya pemimpin-pemimpin transformasional yang akan membawa perubahan signifikan bagi birokrasi dan pelayanan publik yang lebih akuntabel, efektif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia. (Jemy_Rolan) Editor : E_Yusuf