Menyapa Luka, Menguatkan Asa: Bakti Sosial RSUDZA untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Banda Aceh, 2
Januari 2026.- Di tengah sisa lumpur dan
puing-puing yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, tawa
anak-anak perlahan kembali terdengar. Di balik senyum yang mulai merekah itu,
tersimpan upaya pemulihan panjang. Hadir di tengah situasi tersebut, Rumah
Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) membawa harapan melalui kegiatan
bakti sosial dan pendampingan pemulihan trauma bagi anak-anak serta masyarakat
terdampak bencana.
Kegiatan
kemanusiaan ini berlangsung selama 2–4 Januari 2026. Dipimpin oleh Wakil
Direktur Pengembangan SDM RSUDZA, dr. Arifatul Khorida, MPH., FISQua, kegiatan
ini melibatkan jajaran manajemen serta tim medis yang terdiri dari dokter
spesialis, dokter umum, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS),
perawat, tenaga farmasi, dan staf pendukung lainnya. Melalui pendekatan layanan
kesehatan secara jemput bola, tim RSUDZA turun langsung ke lapangan, menyambangi
rumah warga dan lokasi pengungsian di sejumlah wilayah terdampak, termasuk
Kecamatan Kota Lintang dan sekitarnya.
Pelayanan yang
diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pengobatan penyakit umum,
perawatan luka, edukasi kesehatan, serta pendampingan pendampingan pemulihan
trauma dan rehabilitasi psikososial bagi anak-anak terdampak bencana.
Pada hari
pertama kegiatan, Sabtu (3/1/2026), pelayanan kesehatan dilaksanakan di 15
titik lokasi. Salah satu lokasi pelayanan berada di SMP Negeri 1 Kejuruan Muda,
Desa Rantau Baru, Kecamatan Rantau. Dari hasil pemeriksaan, keluhan kesehatan
yang paling banyak ditemukan di antaranya batuk, flu, demam, gangguan kulit,
pegal otot, serta nyeri pinggang.
Kegiatan
dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (4/1/2026), yang difokuskan di Desa Lintang.
Tim dibagi ke dalam dua titik layanan, yaitu posko kesehatan dan tenda-tenda
pengungsian, guna menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses menuju
fasilitas kesehatan. Selain layanan medis, anak-anak mendapatkan pendampingan
pemulihan trauma melalui aktivitas bermain, bercerita, bernyanyi, menggambar,
serta berbagai kegiatan edukatif yang dirancang untuk membantu memulihkan
kondisi emosional mereka.
Salah satu
anggota tim RSUDZA, Ariful, menjelaskan bahwa pendekatan trauma healing
dilakukan dengan metode yang aman, menyenangkan, dan interaktif. “Kegiatan pendampingan pemulihan trauma bagi
anak korban bencana dilakukan agar anak merasa nyaman, percaya diri, serta
mampu mengekspresikan perasaannya setelah mengalami peristiwa yang berat,”
ujarnya.
Bagi para tenaga
medis, keterlibatan dalam kegiatan ini bukan sekadar tugas profesional,
melainkan panggilan nurani. Sinta, salah seorang perawat RSUDZA, mengungkapkan
betapa pengalaman tersebut sangat berharga. “Melihat
langsung rumah warga yang masih dipenuhi lumpur dan lingkungan yang belum pulih
sepenuhnya menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Namun, ketabahan
masyarakat, termasuk anak-anak yang terdampak, menjadi penguat bagi kami untuk
terus memberikan pelayanan terbaik. Kami berharap pemerintah dan seluruh pihak
terkait dapat segera mempercepat proses pemulihan di Aceh Tamiang,”
tuturnya.
Tim dokter
relawan yang terlibat dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa pelayanan diberikan
secara maksimal, baik pelayanan dasar maupun spesialistik. Salah satu dokter
relawan menuturkan, “Kami percaya bahwa
untuk membantu sesama tidak harus memiliki sesuatu yang luar biasa. Cukup
dengan hati nurani dan empati untuk berbagi. Semoga masyarakat Aceh Tamiang
tetap kuat dan mampu bertahan hingga kondisi kembali membaik.”
Kehadiran Tim
Bakti Sosial RSUDZA disambut hangat oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan
akses layanan kesehatan pascabencana, bantuan ini dirasakan sangat berarti.
Melalui kegiatan ini, RSUDZA berharap dapat meringankan beban masyarakat
sekaligus mendukung pemulihan kesehatan fisik dan psikologis warga Aceh Tamiang.
Sebuah ikhtiar kecil untuk merawat luka, menguatkan asa, dan meneguhkan bahwa
mereka tidak sendirian menghadapi bencana.
Penulis: Jamilah Puteh
Editor: Eva Wirna dan Rikanurrizki