Perkuat Layanan Transplantasi Ginjal, Kementerian Kesehatan Tinjau Kesiapan RSUDZA

Admin 2026-07-17 19:00:00

Banda Aceh, 17 Juli 2026 – Komitmen RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dalam menghadirkan layanan kesehatan rujukan berstandar tinggi kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Tim Kerja Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan (PPKR) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUDZA untuk meninjau kesiapan rumah sakit dalam penyelenggaraan layanan transplantasi ginjal sebagai bagian dari penguatan jejaring transplantasi organ nasional.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, Dr. Muhazar Harun, SKM, M.Kes, didampingi para Wakil Direktur, jajaran manajemen, serta civitas hospitalia RSUD dr. Zainoel Abidin. Kehadiran pimpinan rumah sakit bersama seluruh unsur strategis ini mencerminkan komitmen kuat RSUDZA dalam mengembangkan layanan transplantasi organ sebagai salah satu layanan unggulan yang terus dipersiapkan sesuai standar nasional.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan rumah sakit, baik dari aspek regulasi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga tata kelola pelayanan, sehingga layanan transplantasi ginjal dapat berjalan secara aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Tim Transplantasi Ginjal RSUDZA, dr. Abdullah, Sp.PD, K-GH, FINASIM, memaparkan perkembangan layanan transplantasi ginjal yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pengembangan layanan transplantasi ginjal merupakan salah satu tonggak penting transformasi pelayanan kesehatan di Aceh.

_"Pengembangan layanan transplantasi ginjal di RSUD dr. Zainoel Abidin merupakan upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif bagi masyarakat Aceh. Melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, kami terus membangun kapasitas agar layanan ini dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan_," jelas *dr. Abdullah*.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan transplantasi ginjal di RSUDZA dilaksanakan di bawah pembinaan dan kolaborasi erat dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai rumah sakit rujukan nasional. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam transfer pengetahuan, penguatan sistem pelayanan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Sejak program ini dirintis, RSUDZA telah berhasil melaksanakan enam operasi transplantasi ginjal, dengan tindakan terakhir terlaksana pada akhir Desember 2025. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi pelayanan kesehatan di Aceh sekaligus menunjukkan bahwa layanan transplantasi ginjal kini dapat diakses masyarakat tanpa harus selalu dirujuk ke luar provinsi.

Pada kesempatan yang sama, Tim Kerja PPKR Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan melakukan asesmen terhadap kesiapan RSUDZA sebagai rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal. Tim juga memaparkan materi mengenai "Kebijakan Transplantasi Organ di Indonesia", yang menekankan pentingnya penyelenggaraan transplantasi organ sesuai standar nasional, prinsip keselamatan pasien, serta tata kelola pelayanan yang akuntabel.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, tim melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pendukung layanan, di antaranya ICU 2, Ruang Zamzam 3 sebagai ruang perawatan pasien transplantasi, serta Instalasi Transfusi Darah. Peninjauan ini bertujuan melihat kesiapan fasilitas, alur pelayanan, dan koordinasi antarunit yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan transplantasi ginjal.

Transplantasi ginjal merupakan salah satu layanan kesehatan paling kompleks yang membutuhkan kolaborasi multidisiplin, mulai dari dokter spesialis berbagai bidang, perawat, tenaga laboratorium, instalasi transfusi darah, hingga pelayanan intensif. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraannya menjadi indikator kesiapan sebuah rumah sakit rujukan dalam menghadirkan pelayanan berteknologi tinggi yang mengutamakan keselamatan pasien.

Melalui kunjungan ini, Kementerian Kesehatan bersama RSUDZA memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan transplantasi ginjal di Aceh. Hasil asesmen dan masukan yang diperoleh diharapkan menjadi pijakan bagi penyempurnaan sistem pelayanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan fasilitas pendukung.

RSUD dr. Zainoel Abidin berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan transplantasi ginjal sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan rujukan di Aceh. Dengan dukungan *Kementerian Kesehatan*, kolaborasi bersama *RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta*, serta penguatan kompetensi SDM dan infrastruktur, RSUDZA optimistis mampu menghadirkan layanan transplantasi yang semakin berkualitas, aman, dan berkelanjutan, sekaligus membuka harapan baru bagi pasien gagal ginjal di Aceh dan wilayah sekitarnya.

*Penulis:* AlifRC
*Editor:* Rikanurrizki