Bidik Standar Mutu Tertinggi, RSUDZA Siap Jalani Re-Akreditasi Pusdiklat

Banda Aceh, 21 Juli 2026 – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menerima visitasi secara daring dari Tim Asesor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka Penilaian Re-Akreditasi Lembaga Pelatihan Bidang Kesehatan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) RSUDZA. Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium Multazam 2 RSUDZA dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pelatihan kesehatan secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar H., SKM., M.Kes. Turut hadir secara daring perwakilan Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Direktorat Jenderal SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dian Rahayu, mewakili dr. Yudhi Pramono, MARS. Hadir pula Ketua Tim Asesor Re-Akreditasi, Ariestya Anggraeni, SKM., MKM, bersama anggota tim, dr. Leny Evanita, MM, serta jajaran manajemen dan civitas hospitalia RSUDZA.
Dalam sambutannya, Direktur RSUDZA menyampaikan bahwa re-akreditasi merupakan momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan di lingkungan rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh stagnan setelah meraih akreditasi, sehingga evaluasi ulang sangat wajib dilakukan secara berkala, termasuk pusdiklat RSUDZA.
_"Pusdiklat RSUDZA telah terakreditasi dengan *predikat B* sejak 27 Juli 2023 hingga 27 Juli 2026. Re-akreditasi ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus memperkuat sistem tata kelola, meningkatkan mutu layanan pelatihan, serta memastikan seluruh standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dapat dipenuhi secara optimal,"_ ujar Dr. Muhazar.
Pusdiklat RSUDZA memegang peran penting dalam mencetak tenaga kesehatan (nakes) yang kompeten, berstandar tinggi, dan selalu siap menghadapi segala tantangan. Semenjak hadirnya Pusdiklat RSUDZA telah mampu mejadi dapur pacu tanpa lelah untuk menciptakan SDM unggul.
Dr. Muhazar menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Pusdiklat RSUDZA telah menyelenggarakan 49 pelatihan dan program pengembangan kompetensi yang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan. Berbagai persiapan juga telah dilakukan, mulai dari pemenuhan aspek administrasi, penguatan struktur organisasi dan tata kelola, penerapan manajemen mutu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar akreditasi.
Direktur RSUDZA juga berharap proses penilaian ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan Pusdiklat di masa mendatang. _"Kami menyambut baik seluruh arahan, bimbingan, dan rekomendasi dari Tim Asesor sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan profesional"
Penilaian re-akreditasi ini sejalan dengan visi pengembangan Pusdiklat RSUDZA dalam menyelenggarakan pelatihan kesehatan berbasis kompetensi, mengembangkan inovasi pembelajaran melalui digital learning dan simulasi, meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan, memperluas jejaring pelatihan di tingkat nasional maupun internasional, serta mewujudkan tata kelola pelatihan yang akuntabel, efektif, dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan re-akreditasi ini, RSUDZA berharap Pusdiklat dapat terus berdedikasi tanpa batas. Apresiasi tertinggi untuk tim Pusdiklat yang selalu responsif dalam memperbaharui keahlian dan pengetahuan seluruh staf di lingkungan RSUDZA, tidak terkecuali staf non kesehatan.
Pusdiklat RSUDZA berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dan memperkuat perannya sebagai lembaga pelatihan bidang kesehatan yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan berita acara visitasi oleh Tim Asesor Kementerian Kesehatan RI, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya proses visitasi.
Pada kesempatan re-akreditasi kali ini, Pusdiklat RSUDZA tidak sekadar melengkapi dokumen formalitas di atas kertas saja, akan tetapi lebih dari itu. Ini merupakan pembuktian diri bahwa Pusdiklat RSUDZA mampu meraih sasaran tertingginya yaitu meningkatkan mutu dan kompetensi SDM di bidang kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berstandar internasional.
Penulis: Jamilaputeh
Editor : Evi Yusuf