RSUDZA Gelar ENDO-ID Endoscopy Workshop 2026, Perkuat Layanan Gastroenterologi Bertaraf Internasional

Admin 2026-09-04 17:00:00

Banda Aceh, 4 September 2026 - Di balik setiap tindakan medis, selalu ada satu tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan harapan bagi setiap pasien yang datang untuk mendapatkan pertolongan. Semangat itulah yang terus menjadi bagian dari perjalanan RSUD Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dalam mengembangkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.

Sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus pusat pendidikan dan pengembangan ilmu kedokteran di wilayah barat Indonesia, RSUDZA kembali menunjukkan komitmennya melalui ENDO-ID Endoscopy Workshop 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Instalasi Endoskopi, Hepatologi dan Bronkoskopi RSUDZA bersama PGI-PPHI-PEGI Cabang Aceh ini menghadirkan pakar gastroenterologi dan endoskopi dari Indonesia maupun Malaysia. Kehadiran para pakar tersebut menjadikan kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan memperkuat posisi Aceh dalam pengembangan kompetensi gastroenterologi dan endoskopi.

Perkembangan teknologi endoskopi yang semakin pesat menuntut tenaga medis untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Oleh karena itu, workshop ini memberikan pembekalan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan persiapan pasien, teknik selama prosedur, pemanfaatan teknologi pencitraan terkini, hingga tata laksana dan pemantauan setelah tindakan.

Kepala Instalasi Endoskopi dan Hepatologi RSUDZA, Dr. dr. Azzaki Abubakar, Sp.PD-KGEH, FINASIM, menyampaikan bahwa perkembangan endoskopi tidak cukup hanya dipahami dari sisi teknologi dan keterampilan teknis. Setiap tahapan pelayanan harus dipahami secara utuh agar teknologi yang tersedia benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pasien.

"Endoskopi bukan hanya alat, tapi seni dan sains. Workshop ini kita rancang untuk membahas tuntas mulai dari Upper GI, Lower GI, hingga ERCP dan teknologi terkini NBI Classification agar teman-teman sejawat memiliki bekal yang paripurna," ujar Dr. Azzaki.

Semangat untuk terus berkembang juga tercermin dari hadirnya para narasumber dengan pengalaman nasional dan internasional. Dr. Chiam Keng Hoong dari Pantai Hospital Penang, Malaysia, hadir sebagai narasumber internasional. Sementara dari Indonesia, kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Adapun dua pakar dari RSUD Dr. Zainoel Abidin, yaitu Dr. dr. Fauzi Yusuf, Sp.PD-KGEH, FACG, FACP, FINASIM dan Dr. dr. Azzaki Abubakar, Sp.PD-KGEH, FINASIM. Pertemuan ini membuka kesempatan bagi para praktisi di Aceh untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dengan pusat layanan gastroenterologi di tingkat regional.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur RSUD Dr. Zainoel Abidin yang diwakili Wakil Direktur Penunjang, dr. Muhammad Fuad, Sp.PD-KHOM. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kolaborasi antara RSUDZA, organisasi profesi, dan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran berkelanjutan di Aceh. Kehadiran pakar internasional di RSUDZA dinilai menjadi salah satu capaian penting yang menunjukkan bahwa Aceh memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah kegiatan ilmiah dengan standar internasional.

Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan peningkatan kompetensi dokter-dokter kita, masyarakat Aceh tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar daerah atau luar negeri untuk mendapatkan layanan endoskopi terbaik. Semua bisa kita lakukan di RSUDZA” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari arah pengembangan layanan RSUDZA. Sebab, peningkatan kompetensi bukan semata-mata tentang bertambahnya pengetahuan tenaga kesehatan, tetapi tentang bagaimana pengetahuan tersebut pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi pasien dan keluarga. Ketika layanan berkualitas dapat tersedia lebih dekat dengan masyarakat, perjalanan panjang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dapat dikurangi, waktu dan biaya keluarga dapat ditekan, dan yang tidak kalah penting, pasien dapat memperoleh perawatan terbaik tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pembahasan mengenai Upper GI Endoscopy, Lower GI Endoscopy, Image Enhanced Endoscopy dan NBI Classification, serta ERCP. Keempat materi tersebut dipilih untuk memperkuat pemahaman terhadap praktik endoskopi modern yang semakin kompleks dan membutuhkan kompetensi komprehensif.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah Narrow Band Imaging (NBI). Perkembangan teknologi pencitraan ini memungkinkan evaluasi mukosa secara lebih detail, termasuk membantu memperjelas pola permukaan dan vaskularisasi suatu lesi. Kemampuan tersebut menjadi penting dalam karakterisasi lesi, mendukung deteksi dini, serta membantu dokter dalam menentukan strategi tata laksana yang tepat.

Sementara itu, pembahasan mengenai ERCP turut memperkuat kapasitas layanan endoskopi terapeutik di rumah sakit rujukan. Melalui pembelajaran yang mencakup persiapan, pelaksanaan tindakan, hingga penanganan pascaprosedur, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih sistematis untuk mendukung pelaksanaan tindakan secara aman dan efektif.

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 16 dokter spesialis penyakit dalam dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh serta 4 dokter spesialis penyakit dalam dari Sumatera Utara. Kegiatan ini juga telah tervalidasi SKP Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sehingga menjadi bagian dari pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan.

Bagi RSUDZA, ENDO-ID Endoscopy Workshop 2026 bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan bagian dari langkah yang lebih panjang. Terselenggaranya forum ilmiah ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan endoskopi yang dapat dilakukan secara berkesinambungan, sekaligus mendukung pengembangan program KJSU bidang Gastroenterohepatologi Kementerian Kesehatan di RSUDZA.

Dengan dukungan fasilitas, sumber daya manusia, organisasi profesi, dan komitmen manajemen, RSUDZA terus memperkuat langkah untuk berkembang sebagai pusat unggulan layanan gastroenterohepatologi dan endoskopi di Sumatera. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa Banda Aceh memiliki potensi untuk menjadi ruang bertemunya ilmu, pengalaman, dan inovasi kedokteran dari tingkat nasional hingga internasional.

Dari Aceh, ilmu pengetahuan terus bergerak. Dari ruang belajar, ruang tindakan, dan kolaborasi para tenaga kesehatan, RSUD Dr. Zainoel Abidin berkomitmen untuk terus tumbuh dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.

Karena pada akhirnya, setiap ilmu yang dipelajari, setiap keterampilan yang diasah, dan setiap kolaborasi yang dibangun memiliki satu tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan harapan yang lebih besar bagi setiap pasien yang datang ke RSUD Dr. Zainoel Abidin.

Dari Aceh untuk Indonesia. Dari ilmu untuk kemanusiaan.