RSUDZA Perkuat Layanan Ramah Ibadah melalui SALAMIA MUKISI

Admin 2026-09-08 19:00:00

Banda Aceh 8 September 2026 - Pelayanan rumah sakit tidak berhenti pada upaya menyembuhkan penyakit. Bagi pasien dan keluarga, rumah sakit juga perlu menjadi ruang yang tetap memberi kesempatan untuk menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah proses pengobatan. Perspektif inilah yang menjadi bagian penting dalam penguatan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).

Upaya tersebut diperkuat melalui kunjungan Pengurus Pusat Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) ke RSUDZA, dalam rangka silaturahmi dan visitasi terkait SALAMIA MUKISI (Standar Layanan Rumah Sakit Ramah Ibadah Muslim Indonesia). Kunjungan dari Divisi Sertifikasi RS Syariah, Dr. dr. Sagiran, Sp.B, Subsp. BKL(K), M.Kes, FICS bersama istri tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai penerapan standar layanan yang tidak hanya berorientasi pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual pasien dan keluarga selama menjalani perawatan.

Langkah ini memiliki relevansi strategis bagi RSUDZA. Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Aceh dan rumah sakit pendidikan, RSUDZA tidak hanya dituntut menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, tetapi juga memastikan pengalaman pasien selama berada di rumah sakit tetap manusiawi, aman, nyaman, dan sesuai dengan nilai yang diyakini pasien.

Penguatan layanan ramah ibadah juga menjadi bagian dari perjalanan RSUDZA dalam mengembangkan pelayanan berbasis syariah. Sebagai rumah sakit yang telah memiliki sertifikasi Rumah Sakit Syariah, RSUDZA telah menerapkan sejumlah standar yang memperhatikan kebutuhan spiritual pasien dalam proses pelayanan.

SALAMIA MUKISI menjadi momentum dalam melanjutkan sekaligus memperkuat upaya tersebut melalui standar layanan yang lebih terarah, untuk rumah sakit yang sebelumnya telah memiliki sertifikasi Rumah Sakit Syariah, pemenuhan sertifikasi SALAMIA dilakukan dengan melengkapi sejumlah standar tambahan yang telah ditetapkan.

Salah satu standar yang menjadi perhatian dalam SALAMIA adalah penyelenggaraan Medical Check-Up (MCU) bagi calon jemaah haji dan umrah. Ketentuan ini menunjukkan bahwa layanan ramah ibadah tidak hanya berbicara mengenai pemenuhan kebutuhan ibadah pasien selama menjalani perawatan, tetapi juga dapat diperluas pada upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesiapan kesehatan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Perspektif tersebut semakin menegaskan bahwa kebutuhan pasien di rumah sakit bersifat menyeluruh. Selain memperoleh tindakan medis yang aman dan bermutu, pasien juga memiliki kebutuhan psikologis, sosial, kultural, dan spiritual yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari pelayanan berpusat pada pasien.

Dalam konteks tersebut, pemenuhan kebutuhan ibadah bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih utuh. Pasien dan keluarga diharapkan tetap dapat menjalankan ibadah sesuai kemampuan dan kondisinya selama berada di lingkungan rumah sakit.

Di RSUDZA, implementasi SALAMIA diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan sertifikasi. Lebih dari itu, standar tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya pelayanan yang profesional, amanah, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan pasien dan keluarga.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi RSUDZA sebagai institusi pelayanan, pendidikan, dan pengembangan kesehatan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan layanan ramah ibadah menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kesembuhan, tetapi juga menjaga kenyamanan, martabat, dan nilai-nilai yang penting bagi setiap pasien.

Melalui SALAMIA MUKISI, RSUDZA terus mendorong terwujudnya pelayanan yang semakin utuh dan berpusat pada pasien. Mari bersama membangun pelayanan kesehatan yang memadukan mutu klinis, nilai kemanusiaan, dan kebutuhan spiritual, sehingga setiap pasien dan keluarga dapat merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan penuh penghormatan selama berada di RSUDZA.

Penulis: Sisca Sai

Editor: Rikanurrizki