Tingkatkan Akurasi Data Pasien, RSUDZA Perkuat Kompetensi RME Tenaga Kesehatan Melalui Refreshment Training

Banda Aceh, 12 Oktober 2026 — Transformasi digital di
rumah sakit tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga
pada ketepatan dan konsistensi tenaga kesehatan dalam menggunakannya.
Pengelolaan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi bagian penting dalam mendukung
efisiensi dokumentasi, integrasi informasi, serta peningkatan mutu pelayanan
dan keselamatan pasien.
Sistem RME yang telah berjalan di area pelayanan rawat jalan maupun
rawat inap Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) kini terus dimantapkan
melalui evaluasi berkala dan penguatan kompetensi pengguna. Langkah ini bukan
lagi sekadar transisi dari pencatatan manual ke sistem digital, melainkan upaya
untuk meninjau kembali pemahaman dan memperdalam keterampilan tenaga kesehatan
dalam mengoperasikan sistem. Melalui penguatan kompetensi yang konsisten,
kualitas input data medis diharapkan semakin presisi, cepat, dan efektif dalam
mendukung pengambilan keputusan klinis sehari-hari.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, RSUDZA menyelenggarakan Refreshment
Training RME: Digitalisasi Formulir Rekam Medis untuk Pelayanan yang Lebih
Efisien pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini difokuskan pada
penyegaran pemahaman dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam
menggunakan sistem RME, terutama dalam pengisian formulir rekam medis secara
tepat, lengkap, dan konsisten. Dengan demikian, pemanfaatan sistem digital
dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dokumentasi klinis dan standar
pelayanan yang berlaku.
Digitalisasi untuk Dokumentasi yang Lebih Efisien
Penggunaan RME memungkinkan informasi kesehatan pasien terdokumentasi
secara elektronik sehingga dapat diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang
sesuai kebutuhan pelayanan. Dibandingkan dengan pencatatan manual, sistem
digital dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif berulang dan
mempermudah penelusuran informasi klinis.
Dalam pelayanan rumah sakit yang melibatkan berbagai profesi dan unit,
ketersediaan informasi yang lengkap dan akurat berperan penting dalam mendukung
kesinambungan pelayanan. Riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan, serta catatan
tindakan dan terapi merupakan bagian dari dokumentasi yang membantu tenaga
kesehatan memahami kondisi pasien secara lebih menyeluruh.
Oleh karena itu, digitalisasi formulir rekam medis tidak cukup hanya
ditunjang oleh ketersediaan sistem. Ketepatan pengisian, kelengkapan
dokumentasi, dan konsistensi penggunaan menjadi faktor penting untuk memastikan
informasi yang tercatat dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses
pelayanan. Data yang berkualitas juga membantu meminimalkan risiko kesalahan
informasi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan klinis.
Mendukung Integrasi Data Kesehatan Nasional
Penguatan RME juga berkaitan dengan upaya membangun ekosistem data
kesehatan yang terintegrasi. Melalui interoperabilitas, pertukaran informasi
kesehatan antarsistem dapat dilakukan berdasarkan format dan standar yang
sesuai. Dengan demikian, data yang tersimpan secara digital tidak hanya
berfungsi sebagai dokumentasi internal, tetapi juga berpotensi mendukung
kesinambungan pelayanan melalui pertukaran informasi yang terstruktur.
Secara nasional, integrasi dengan platform SATUSEHAT Kementerian
Kesehatan RI menjadi bagian dari pengembangan ekosistem digital kesehatan
Indonesia. Pelaksanaannya perlu didukung oleh kesesuaian standar data, kesiapan
sistem, serta kepatuhan terhadap ketentuan keamanan dan kerahasiaan informasi
pasien.
Bagi RSUDZA, penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam menggunakan RME
menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kualitas data yang dihasilkan.
Pemahaman terhadap alur kerja dan ketepatan pengisian dokumentasi diharapkan
turut mendukung pengelolaan informasi kesehatan yang lebih konsisten dan
pemanfaatan sistem secara efektif dalam pelayanan sehari-hari.
Memantapkan Kualitas Dokumentasi melalui Penguatan Kompetensi
Refreshment training
menjadi kesempatan untuk meninjau kembali pemahaman tenaga kesehatan sekaligus
memperkuat kedisiplinan dalam mendokumentasikan pelayanan. Keberhasilan
penggunaan RME tidak cukup dilihat dari berjalannya sistem, tetapi juga dari
kualitas data yang dihasilkan dan manfaatnya bagi pelayanan pasien.
Melalui kegiatan ini, RSUDZA
menegaskan komitmennya untuk menjaga akurasi dan kelengkapan rekam medis
sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan. Data medis yang akurat bukan sekadar kelengkapan
administrasi, melainkan landasan penting bagi keputusan klinis yang tepat dan
keselamatan pasien.
Penulis: Risni
Editor:
Rikanurrizki