DWP RSUDZA Perkuat Kepedulian Sosial melalui Donor Darah dan Edukasi Keluarga

Banda Aceh, 20 Oktober 2026 ̶ Kepedulian
terhadap sesama dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi
masyarakat. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dharma Wanita Persatuan
(DWP), DWP Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) bersama DWP Provinsi
Aceh menggelar kegiatan donor darah dan seminar bidang pendidikan di Gedung DWP
Aceh, Banda Aceh, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi
organisasi dalam mendukung kebutuhan darah bagi pasien sekaligus memperkuat
peran keluarga dalam membangun lingkungan yang sehat dan harmonis.
Ketua DWP RSUDZA, Ns. Sri Diana
Putri, S. Kep., M.Kep., mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan bentuk
kepedulian sosial yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang
memerlukan transfusi.
“Kami ingin menjadikan momentum
peringatan HUT DWP sebagai kesempatan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak
hanya mempererat kebersamaan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat,”
ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan 23
peserta yang menjalani tahap pemeriksaan awal (screening), dari jumlah tersebut,
12 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendonorkan darah, sehingga
terkumpul 12 kantong darah. Sementara itu, 11 peserta lainnya belum dapat
mendonorkan darah karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil
pemeriksaan.
Proses pemeriksaan menjadi bagian
penting dalam memastikan keamanan donor bagi pendonor sekaligus mendukung
pemenuhan kebutuhan darah. Ketersediaan darah sendiri berperan penting dalam
pelayanan rumah sakit, baik untuk penanganan kegawatdaruratan maupun pasien
yang membutuhkan transfusi sebagai bagian dari terapi.
Sri Diana menjelaskan, kegiatan ini
terlaksana melalui sinergi DWP RSUDZA dengan Unit Transfusi Darah (UTD). DWP
berperan menggerakkan partisipasi anggota dan membangun kesadaran sosial,
sedangkan UTD menangani pemeriksaan kelayakan pendonor serta proses donor
sesuai standar pelayanan yang berlaku.
“Setiap kantong darah yang memenuhi
persyaratan dapat menjadi sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan. Meskipun
jumlah darah yang terkumpul dalam satu kegiatan mungkin terbatas, kontribusi
tersebut tetap memiliki arti bagi upaya pemenuhan kebutuhan darah,” ujar Sri Diana.
Selain donor darah, rangkaian
peringatan HUT DWP diisi seminar bidang pendidikan bertema: “Waspada
Perilaku Menyimpang Anggota Keluarga”. Seminar ini diharapkan meningkatkan
pemahaman anggota mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun lingkungan
yang sehat, harmonis, dan berkarakter.
Kedua kegiatan tersebut
mencerminkan perhatian DWP terhadap ketahanan keluarga sekaligus kepedulian
kemanusiaan. Menurut Sri Diana, perempuan, khususnya istri aparatur sipil
negara (ASN) yang tergabung dalam DWP, memiliki peran strategis yang dapat
diwujudkan melalui pendidikan keluarga, edukasi kesehatan, serta kegiatan
sosial.
DWP RSUDZA berharap dapat terus
memperkuat program sosial, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan perempuan
melalui kolaborasi dengan RSUDZA serta berbagai pihak terkait. Program yang
terarah dan berkelanjutan ini dapat memperluas manfaat organisasi tidak hanya
bagi anggota namun juga untuk masyarakat.
Sri Diana turut mengajak masyarakat
yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk menjadikan donor darah sebagai bentuk
kepedulian rutin sesuai ketentuan dan interval yang dianjurkan petugas
kesehatan.
“Jangan menunggu sampai ada
keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan darah untuk mulai peduli. Mari
kita bangun budaya saling membantu melalui donor darah secara rutin,” tuturnya.
Melalui momentum HUT ke-27 ini, DWP
RSUDZA diharapkan terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan
memperkuat kepedulian sosial, ketahanan keluarga, dan semangat gotong royong. Sinergi
dengan RSUDZA dan berbagai pihak terkait terus berupaya untuk terjalin lebih
erat dengan memperluas jangkauan kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Penulis: Erly dan
Cut Eka
Editor: Rikanurrizki