DON’T MISS A BEAT: Jangan Lewatkan Detak Jantung

Admin 2026-10-13 14:00:00

Banda Aceh, 13 Oktober 2026. Setiap Detak Jantung begitu berarti. Namun, ketika jantung memberikan sinyal bahaya, sudahkan kita menyadarinya?   Mengusung tema “Don’t Miss a Beat” atau “Jangan Lewatkan Detak Jantung” peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang diperingati setiap 29 September menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan jantung, mengenali gejala sejak dini, dan segera mencari pertolongan ketika tanda bahaya muncul.

Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Aceh menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan di kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh pada 11 Oktober 2026 lalu. Dalam aksi nyata ini, PERKI Aceh menggandeng dokter-dokter ahli dari RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, Kelompok Staf Medis (KSM) Jantung dan Pembuluh Darah, serta Departemen dan Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.

Kegiatan di CFD tersebut menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat diikuti masyarakat secara langsung, meliputi senam jantung sehat, konsultasi kesehatan, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), serta skrining penyakit jantung bawaan pada anak oleh IDAI Aceh. Masyarakat juga mendapatkan edukasi melalui demonstrasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) menggunakan manekin. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, seperti henti jantung.

Edukasi kesehatan menjadi pilar penting dalam rangkaian kegiatan di CFD tersebut. Dr. dr. Muhammad Ridwan, MAppSc, Sp.JP, Subsp. P.R.Kv(K), FIHA, FAsCC menyampaikan materi mengenai olahraga dan pemilihan aktivitas fisik yang sesuai bagi penderita penyakit jantung. Sementara itu, Dr. dr. Raihan, Sp.A(K) menjelaskan gejala penyakit jantung bawaan pada anak, pengaruhnya terhadap tumbuh kembang, serta pentingnya pemantauan medis secara berkala. Edukasi ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat bahwa kondisi anak yang terlihat sehat dengan penyakit jantung bawaan tidak boleh diabaikan.

Selain aksi di area CFD, edukasi juga diperkuat melalui seminar awam yang diselenggarakan oleh PERKI di Auditorium RSUDZA dengan dukungan penuh dari manajemen rumah sakit pada 13 Oktober 2026 lalu. Seminar ini mengupas tuntas topik pemasangan ring jantung serta aktivitas seksual pada penderita penyakit jantung.

Dr. dr. Muhammad Ridwan, MAppSc, Sp.JP, Subsp. P.R.Kv(K), FIHA, FAsCC selaku Ketua PERKI Aceh membahas fase pemulihan setelah pemasangan ring jantung. Beliau menegaskan bahwa tindakan pemasangan ring tidak serta-merta berarti pasien sembuh sepenuhnya. Kepatuhan minum obat, kontrol rutin, dan pengendalian faktor risiko tetap wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung ke depan. Di sisi lain, dr. Akmal Ramadhan, Sp.And membahas aktivitas seksual bagi penderita penyakit jantung, termasuk pentingnya menyesuaikan intensitas aktivitas dengan kondisi kesehatan fisik serta rekomendasi dokter. Melalui informasi yang tepat, pasien diharapkan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri tanpa mengabaikan aspek keamanan medis.

Pesan “Don’t Miss a Beat” juga disuarakan RSUDZA melalui konten edukasi digital di akun Instagram resmi @rsudzapkrs. Dalam platform tersebut, dr. Haris Munirwan, Sp.JP, Subsp. K.I.(K), FIHA mengajak masyarakat untuk mengenali "bahasa jantung" yaitu sinyal-sinyal gangguan pada jantung seperti nyeri dada, sensasi dada tertekan atau terhimpit, dan sesak napas. Masyarakat dihimbau untuk tanggap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Penyampaian informasi lewat media sosial ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi agar masyarakat semakin peka dan bertindak cepat saat tubuh memberikan sinyal bahaya.

Tidak hanya mendorong masyarakat mengenali tanda bahaya, RSUDZA juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui inovasi SEMISI yang berbasis Hospital Without Walls. Melalui inovasi ini, RSUDZA secara berkelanjutan mensosialisasikan gerakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada berbagai komunitas. Tujuannya agar awam mampu mengenali kegawatdaruratan dan memahami pentingnya memberikan pertolongan awal yang tepat.

Melalui semangat “Don’t Miss a Beat”, RSUDZA mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melewatkan setiap sinyal yang diberikan oleh jantung dan tidak ragu bertindak ketika kegawatdaruratan terjadi. Sebab, menjaga jantung bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga tentang kesiapan untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. Kenali tandanya, pahami pertolongannya, karena setiap detak begitu berarti dan setiap pertolongan dapat membawa harapan baru.

Penulis : Roland

Editor   : Eva