Direktur RSUDZA dan Kepala SKPA Ikuti Bimtek Keluarga Berintegritas Bersama KPK RI

Admin 2026-10-22 14:00:00

Banda Aceh, 22 Oktober 2026 – Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, Dr. Muhazar Harusn,SKM.M.Kes, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUDZA, Ny. Ners. Sri Diana Putri, S.Kep., M.Kep, menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Kegiatan yang mengusung tema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi" ini berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh.

Selain jajaran manajemen RSUDZA, acara ini turut diikuti oleh Penjabat (Pj) Sekda Aceh, Taufik, serta seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) bersama pasangan masing-masing.

Keluarga sebagai Benteng Utama Antikorupsi

Hadir sebagai pemateri utama, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menekankan bahwa keluarga memegang peran ganda dalam isu korupsi. Keluarga bisa menjadi benteng pertahanan integritas yang paling kokoh, namun sebaliknya, juga bisa menjadi pintu masuk korupsi apabila nilai kejujuran dan tanggung jawab diabaikan.

"Keluarga adalah lingkungan pertama yang membentuk karakter dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan serta keteladanan langsung dari orang tua," ujar Ibnu.

Dalam pemaparannya, Ibnu juga mengedukasi peserta mengenai tujuh kelompok tindak pidana korupsi yang harus diwaspadai, yaitu Kerugian keuangan negara,  penggelapan dalam jabatan, perbuatan curang,  pemerasan, gratifikasi, suap-menyuap,  dan benturan kepentingan dalam pengadaan. 

Tiga Pesan Penting Pj Sekda Aceh

Apresiasi besar disampaikan oleh Pj Sekda Aceh, Taufik, kepada KPK RI atas terselenggaranya bimtek ini sebagai langkah nyata membangun budaya antikorupsi di lingkungan Pemerintah Aceh. Dalam sambutannya, ia menitipkan tiga pesan penting bagi seluruh kepala SKPA:

  1. Menjadikan keluarga sebagai tempat utama tumbuhnya kejujuran.
  2. Menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini pada anak.
  3. Menjadi teladan nyata bagi anak-anak di rumah.

“Anak-anak lebih mudah meniru perbuatan yang mereka lihat langsung daripada sekadar mendengarkan nasihat,” tegas Taufik.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen penuh mendukung penguatan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi, melainkan dari lahirnya masyarakat yang jujur, amanah, serta bertanggung jawab.

Komitmen Integritas dari Direktur RSUDZA

Senada dengan hal tersebut, Direktur RSUDZA, Dr. Muhazar Harun, membagikan langkah konkret yang diterapkan di dalam keluarganya. Ia menilai benteng moral dapat diperkuat dengan rutin menghadirkan program bersama di rumah, seperti pengajian dan tausiah, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

"Tujuan utama keluarga kami adalah membiasakan kejujuran setiap hari, membangun tanggung jawab, serta menanamkan disiplin dan keteladanan. Kami ingin membentuk pribadi yang berintegritas, baik di tengah masyarakat maupun di dalam rumah. Hal ini harus kita lakukan setiap hari," ungkap Muhazar.

Muhazar menegaskan bahwa nilai utama yang dianut keluarganya bersandar pada enam pilar: kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kedisiplinan, keadilan, dan kerja keras. Pihaknya berkomitmen penuh agar seluruh anggota keluarga selalu berperilaku dan berkata jujur dalam segala situasi.

"Kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian tidak akan efektif jika hanya diajarkan melalui lisan. Orang tua harus memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

Sebagai penutup, Direktur RSUDZA memberikan pesan kuat bagi seluruh aparatur sipil negara: “Keluarga berintegritas itu dimulai dari diri sendiri, dijaga bersama keluarga, dan diwujudkan dalam tindakan nyata.”

Penulis : Jamilah

Editor   : Eva Wirna dan Cut Eka