Perdossi-RSUDZA Sosialisasi Speech Delay ke Nakes di Puskemas

Admin 2022-03-28 03:35:52

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Aceh bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) melakukan sosialisasi pengenalan speech delay kepada tenaga medis di sejumlah puskemas di Banda Aceh.

Salah satunya di Puskemas Banda Raya, yang disambangi tim dokter, Kamis (24/3/2022).

Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak tentu menjadi momok menakutkan bagi kaum ibu.

Sehingga tim dokter turun memberikan edukasi, yang tahap awal ditujukan ke nakes.

Apalagi, puskesmas menjadi garda terdepan untuk mengetahui dan mengenali anak dengan speech delay.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Perdosi, dr Farida Sps (K) di Puskesmas Kuta Alam, Selasa (22/3/2022).

Ada empat Puskemas yang didatangi, yaitu Kuta Alam, Kopelma, Banda Raya, dan Meuraxa.

Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak tentu menjadi momok menakutkan bagi kaum ibu.

Si buah hati yang terus tumbuh, tapi belum kunjung bisa berbicara.

Bagi orang tua, tentu ada yang waswas, ada juga yang menganggap itu hal lumrah.

Sebenarnya jika mengalami kondisi itu, tidak perlu panik berlebihan, tapi jangan juga menganggap enteng.

Kepala Divisi Saraf Anak di Bagian Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), dr Sri Hastuti,SpS.Subsp.Ped (K) kepada Serambinews.com menyampaikan, gejala speech delay dapat dikenali sejak dini dengan berbagai gejala.

Salah satunya jika anak sudah berusia satu tahun belum mengeluarkan sepatah kata pun.

Maka sudah sepatutnya, si buah hati dibawa konsultasi ke dokter terkait.

"Kalau sudah usia setahun lebih, tapi tidak mengeluarkan satu kalimat pun yang utuh, maka itu sudah bisa diduga mengarah ke speech delay," ujarnya dokter spesialis saraf, dengan fokus pada saraf anak.

Kata dr Sri Hastuti, ada satu persepsi yang harus diubah di masyarakat, bahwa ada anggapan jika anak lebih cepat bisa berjalan, maka otomatis akan telat berbicara.

Katanya, dalam dunia medis tidak dikenali dan dibuktikan persepsi tersebut.

"Makanya persepsi masyarakat soal ini harus diubah," ujarnya.

Ia menambahkan, speech delay memiliki banyak faktor penyebabnya.

Ada karena ketulian atau pendengaran, ada juga yang disebabkan oleh saraf.

Sehingga harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.(*)



Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Perdossi-RSUDZA Sosialisasi Speech Delay ke Nakes di Puskemas,

https://aceh.tribunnews.com/2022/03/25/perdossi-rsudza-sosialisasi-speech-delay-ke-nakes-di-puskemas

Penulis: Muhammad Nasir 

Editor: Ansari Hasyim